Kepala Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin, AKP Haryono MT di Banjarmasin, Jumat mengatakan, razia penyakit masyarakat itu perlu dilakukan untuk meminimalisir angka kejahatan.
Target operasi dalam razia penyakit masyarakat diantaranya, minuman keras, pekerja seks komersial, premanisme, balap liar, pasangan mesum, dan penginapan yang sering dipakai buat mesum, serta rumah bilyar dan warnet.
Kegiatan razia penyakit masyarakat itu melanjutkan kegiatan sebelumnya yang mana sudah pernah dilakukan namun karena bulan Ramadhan kegiatan itu dihentikan sementara.
Namun sekarang bulan Ramadhan sudah lewat atas perintah pimpinan kegiatan razia penyakit masyarakat agar dilanjutkan kembali untuk menekan angka kriminal yang mengarah pada pidana.
"Kita akan lakukan razia itu lagi, jadi masyarakat terutama remaja putra dan putri agar selalu melengkapi dirinya dengan identitas dan jangan melakukan perbuatan yang melanggar aturan," terangnya kepada ANTARA.
Bagi masyarakat yang terjaring razia penyakit masyarakat dan memenuhi unsur pidana ringan maka langsung diproses sesuai aturan serta masuk sidang tindak pidana ringan.
"Bagi yang terjaring razia itu akan kita tindak tegas dan proses sesuai aturan bila ada unsur pidananya akan akan kita serahkan kebagian yang berhak menanganinya," ucap pria yang akrab dengan wartawan itu.
Razia penyakit masyarakat ini akan dilakukan secara rutin dan terus menerus sesuai perintah pimpinan agar Kota Banjarmasin ini selalu aman, nyaman dan kondusif dari apapun.
"Setiap razia akan dilakukan pemeriksaan sesuai target yang telah ditentukan, hal itu dilakukan agar semuanya tertib, aman dan nyaman sehingga Banjarmasin ini selalu dipandang kondusif dari perilaku kejahatan," tutur pria yang akrab di panggil Haryono itu.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.