Arus balik pemudik lebaran Idul Fitri 1433 Hijriah cukup ramai, sehingga jalana umum di Provinsi Kalimantan Selatan padat lalu lintas kendaraan bermotor.
Para pengendara atau pengemudi terlihat ekstra hati-hati agar tidak menimbulkan kecelakaan, demikian hasil pemantauan ANTARA, Rabu.
Sebagai contoh arus balik pemudik dari dan ke Banjarmasin - daerah hulu sungai atau "Benua Enam" Kalsel pada H+2 lebaran Idul Fitri 1433 H .
Karena padatnya arus lalu lintas, sehingga perjalanan naik mobil dari daerah hulu sungai, misalnya Kandangan, ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) ke Banjarmasin, yang berjarak sekitar 135 kilometer, makan waktu sampai 5,5 jam.
Begitu pula perjalanan dari Barabai, ibukota Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) - Kadangan, yang berjarak sekitar 30 kilometer, dengan naik mobil makan waktu sekitar dua jam, ujar Arie Achdyani, warga Banjarmasin yang baru kembali dari mudik.
Padahal kalau hari-hari biasa atau bukan suasana lebaran, lama perjalanan menggunakan mobil pribadi Banjarmasin - Kandangan dengan kecepatan sedang, cuma sekitar tiga jam.
Sama halnya pada hari-hari biasa perjalanan dari "kota apam" Barabai - `Kota dodol" Kandangan, menggunakan mobil pribadi, dan dengan kecepatan sedang, paling lama sekitar 45 menit.
Lamanya perjalanan Banjarmasin - hulu sungai atau sebaliknya, antara lain karena kondisi bahu jalan umum jurusan tersebut masih dalam perbaikan, sehingga badan jalan menjadi agak sempit atau cukup untu satu lajur mobil dari masing-masing arah berlawanan.
Oleh karena itu pula, mobil sulit untuk saling mendahului, kecuali dalam keadaan atau pada tempat tertentu yang memungkinkan. Sedangkan deretan mobil seakan mengular yang panjangnya terkadan sampai satu kilometer, bahkan lebih.
Sementara arus balik lebaran 1433 H, bukan saja dari daerah Benua Enam, tapi juga dari kota-kota di provinsi tetangga Kalimantan Timur, seperti Balikpapan dan Samarinda, serta Kalimantan Tengah, seperti Buntok dan Muara Teweh, pedalaman Barito.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Terminal Induk Km6 Banjarmasin, M Yusuf ketika dihubungi, menyatakan, arus balik lewat terminalnya tidak menampakan aktivitas luar biasa.
Pasalnya arus balik dari daerah hulu sungai atau yang menggunakan angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP), sebagian besar penumpang memilih turun di luar Terminal Induk Banjarmasin, untuk naik angkutan selanjutnya menuju rumah/tempat tinggal.
"Kecuali arus balik yang menggunakan angkutan antar kota antara provinsi (AKAP) yang lewat Terminal Induk Banjarmasin, seperti tujuan Balikpapan - Samarinda Kaltim, agak sedikit sibuk," ungkapnya.
 "Karena arus balik Banjarmasin - Balikpapan - Samarinda, hanya sebagian yang naik dari Terminal Indul, sebagiannya lagi menunggu di jalanan, sesuai pesanan tiket," demikian M Yusuf. /Shn/D.
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.