Gabungan Istri Wakil Rakyat Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, membagikan 400 paket barang Sembilan Bahan Pokok murah kepada masyarakat kurang mampu.
Ketua Gabungan Istri Wakil Rakyat (Gatriwara) Hj Rusjainah Alpidri, Selasa mengatakan, satu paket sembako di jual seharga Rp25.000.
"Paket sembako yang dijual Rp25.000 per paket tersebut senilai Rp75.250, sehingga Gatriwara memberikan subsidi sebesar Rp50.250," katanya.
Dia menjelaskan, paket sembako tersebut berisi sekitar 3 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir, 1 liter minyak goreng, 1 botol sirup ABC, 1 kaleng susu kental, dan 1 kotak teh celup.
"Alhamdulillah dalam penyaluran paket sembako ini berjalan aman dan tertib, tidak ada aksi rebutan maupun antrean panjang," jelasnya.
Kondisi aman dan terkendali ini tidak terlepas dari peran aktif anggota dan pengurus Gatriwara, dimana sebelum digelarnya pasar murah itu telah dibagikan kupon ditempat tinggal mereka masing-masing.
"Sehingga ini memudahkan bagi para anggota dan pengurus, karena warga yang datang tinggal menyerahkan kupon untuk mendapatkan paket sembako tersebut," ungkapnya.
Sebanyak 400 paket sembako murah tersebut dijual di Gedung DPRD Kotabaru dengan waktu kurang dari satu jam.
Istri Anggota DPRD yang lain Tri Laely Faruk menambahkan, itu merupakan agenda tahunan Kelompok Kerja Ekonomi Gatriwara Kabupaten Kotabaru pada Bulan Suci Ramadhan.
"Selain di Kotabaru paket sembako ini juga sebagian disalurkan dan dinikmati oleh warga Serongga, Kelumpang Hilir dan Tanjung Samalantakan," imbuhnya.
Sementara, Ketua DPRD Kotabaru Alpidri Supian Noor MAP memberikan apresiasi terhadap Gatriwara yang selama ini selalu mengadakan pasar murah dengan tujuan meringankan beban keluarga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan di bulan suci Ramadhan.
 "Tentu warga kurang mampu sangat terbantu, karena tradisi masyarakat kita di bulan Puasa konsumsinya cenderung meningkat, sementara di sisi lain harga kebutuhan merangkak naik," katanya/C/D.
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.