Pengembangan lokasi parkir Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan diharapkan selesai sebelum terjadinya peningakatan arus mudik pada H-10 Idul Fitri.


Kepala Bidang Angkutan Udara Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan Ismail Iskandar di Banjarmasin, Selasa mengatakan, saat ini PT Angkasa Pura sedang membongkar puluhan rumah dinas PT Angkasa Pura dan bangunan Badan Metereologi dan Geofisika.

Pembongkaran bangunan tersebut, sebagai salah satu upaya perluasan parkir bandara yang kini sudah tidak memungkinkan lagi, karena sudah sangat penuh.

"Pada hari biasa saja, parkir bandara sudah sangat penuh dan semrawut, apalagi lebaran yang biasanya jumlah penumpang naik signifikan, maka parkir akan semakin semrawut," katanya.

Diharapkan, dengan adanya perluasan tersebut, kesemrawutan lokasi parkir bisa diatasi, sehingga tidak mengganggu kelancaran arus mudik baik yang datang dari perantauan maupun yang akan pergi.

Diprediksi, peningkatan jumlah penumpang arus mudik mencapai sekitar 10-20 persen dari jumalah penumpang setiap harinya sekitar 3.500 orang.

Ia mengatakan, biasanya dua minggu sebelum lebaran sudah terjadi peningkatan arus mudik maupun arus balik, sehingga bila pelebaran belum selesai akan mengganggu arus keluar masuk bandara.

"Pada saat berkunjung ke bandara beberapa hari lalu, prosesnya tidak lebih dari 30 persen, bila tidak bisa selesai seluruhnya, minimal sebagian lahan yang bangunannya telah habis dibongkar, bisa diratakan terlebih dahulu untuk parkir sementara," katanya.

Sebagaimana diketahui, saat ini arus penumpang Bandara Syamsudin Noor terus meningkat, sehingga daya tampung bandara tersebut sudah melebihi kapasitas, akibatnya situasi bandara terkesan semrawut.

Selain pelebaran areal parkir, juga akan dilakukan pembenahan terminal penumpang yang juga semakin sesak.

Sebelumnya, Koordinator Humas PT Angkasa Pura I Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, Awaluddin mengatakan, arus penumpang di bandara belum mengalami lonjakan dibanding hari-hari sebelumnya.

Arus penumpang baik yang berangkat maupun datang di Bandara Syamsudin Noor masih normal dan tidak ada peningkatan berarti dibanding hari-hari sebelumnya sehingga suasana bandara masih relatif sepi.

Dikatakan, seperti kebiasaan lonjakan penumpang mulai terjadi tujuh hari atau H-7 sebelum hari raya Idul Fitri. Saat ini, jumlah penumpang normal yang berangkat maupun datang melalui lebih dari 50 penerbangan reguler dari berbagai maskapai sebanyak 4.500 hingga 4.700 orang per hari.

  "Perkiraan kami, kenaikan jumlah penumpang mencapai 5.000 orang hingga 5.200 orang per hari seiring makin dekatnya Idul Fitri dan kondisinya mulai terlihat sejak H-7 hingga H-1," ujarnya./B/D.


: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026