Kota Banjarmasin ibukota Provinsi Kalimantan Selatan, pada Juli lalu kembali mengalami inflasi sebagaimana Juni 2012.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel Iskandar Zulkarnain kepada wartawan, Kamis mengatakan, Banjarmasin yang dijuluki kota seribu sungai itu pada Juli 2012 mengalami inflasi 0,87 persen.

Tingkat inflasi Juli 2012 di Banjarmasin mengalami peningkatan 0,32 persen dibandingkan dengan Juni 2012, yang ketika itu sebesar 0,59 persen, ungkapnya.

Inflasi pada Juli 2012 di ibukota Kalsel itu, terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditujukan oleh naiknya indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 2,10 persen.

Selain itu, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 1,05 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,69 persen.

Kemudian kelompok kesehatan sebesar 0,80 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,04 persen, ungkapnya dalam jumpa pers di Kantor BPS Kalsel Jalan KS Tubun Banjarmasin.

Sementara itu, kelompok sandang mengalami penurunan indeks sebesar 0,72 persen, serta kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan turun sebesar 0,40 persen.

Menurut komponennya, barang-barang yang harganya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah (administered goods inflation) secara umum mengalami inflasi sebesar 0,97 persen.

Sementara harga yang bergejolak (volatile goods inflation) inflasi sebesar 2,32 persen dan komponen inti (core inflation) mengalami inflasi sebesar 0,17 persen.

Laju inflasi tahun kalender (Januari-Juli) 2012 sebesar 3,63 persen, dan laju inflasi "year on year" (Juli 2012 terhadap Juli 2011) sebesar 6,40 persen.

Pada Juli 2012, dari 66 kota di Indonesia, tercatat semua kota yang menjadi sampel mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 3,17 persen dan terendah di Kota Sibolga sebesar 0,11 persen. 


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026