Bupati Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Khairul Saleh mengatakan, penanganan sanitasi di kabupaten itu masih belum optimal sehingga ke depan harus lebih ditingkatkan lagi.

"Penanganan sanitasi masih belum optimal dan kondisinya hampir sama dengan yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia sehingga ke depan harus lebih ditingkatkan lagi," ujarnya di Martapura, Minggu (9/1).

Ia mengatakan, sejumlah faktor menjadi penyebab belum optimalnya penanganan sanitasi, seperti perencanaan pembangunan sarana sanitasi yang masih lemah, disamping tidak adanya keterpaduan pengelolaan.

Penempatan sarana yang tidak tepat dan terkesan salah sasaran hingga tidak sesuai kebutuhan juga memicu kurang optimalnya penanganan sanitasi, sehingga tidak tercapai hasil yang diharapkan.

"Kondisi itu diperparah perencanaan program yang tidak berkelanjutan disamping kurangnya perhatian dari masyarakat itu terhadap perilaku hidup bersih dan sehat," ungkapnya.

Dikatakan, mengatasi kondisi itu Pemkab Banjar menyambut baik langkah pemerintah pusat yang mencanangkan program penanganan masalah sanitasi melalui program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman.

Langkah itu menjadi salah satu upaya memperbaiki kondisi sanitasi dengan melibatkan banyak pihak untuk menyiapkan perencanaan pembangunan sanitasi yang responsif dan berkelanjutan.

"Berhasil tidaknya penerapan strategi sanitasi sangat bergantung tiga hal pokok yakni kemauan, komitmen dan kebersamaan sebagai pra syarat utama ditambah keterampilan sebagai faktor pendukung," ujarnya.

Ditambahkan, pihaknya bersama seluruh jajaran aparatur Pemkab Banjar akan lebih serius dalam menata dan menangani sanitasi sehingga tercipta lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat di kabupaten itu.

Keseriusan itu ditandai kesiapan Pemkab dalam penyusunan strategi sanitasi kota (SSK) yang akan dijadikan acuan dalam penataan dan pengelolaan sanitasi yang baik dan benar.

"Penataan dan pengelolaan sanitasi yang tertuang dalam program strategi sanitasi kota memerlukan perhatian serius seluruh pihak sehingga kami berupaya menghimpun agar mereka terlibat didalamnya," kata dia. (yos/imm)


 


: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026