Menurut Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Perikanan dan Peternakan (PTPHPP) setempat, Tuhalus di Paringin, ibu kota Balangan, Kamis, perkiraan tersebut di dasari pengalaman tahun-tahun sebelumnya.
"Pengalaman tahun-tahun lalu, akan terjadi kenaikan harga daging baik itu daging sapi maupun daging ayam satu minggu sebelum dan sesudah Idul Fitri," ujarnya.
Kenaikan harga daging tersebut, katanya, bukan karena kurangnya stok tetapi memang telah menjadi trend pasar pada setiap tahunnya.
"Untuk stok daging sapi dan daging ayam di Balangan saat ini lebih dari cukup dari kebutuhan selama Ramadhan hingga Idul Fitri nanti," katanya.
Berdasarkan data Bidang Peternakan, Dinas PTPHPP setempat, saat ini stok hewan ternak sapi untuk pemenuhan kebutuhan daging selama Ramadhan hingga Idul Fitri berjumlah 180 ekor.
Untuk pemenuhan kebutuhan daging ayam, telah disiapkan stok ternak tersebut sebanyak 20.000 ekor.
Kebutuhan daging sapi, tambahnya, selama Ramadhan hingga Idul Fitri dan seminggu setelahnya diperkirakan berjumlah 21.300 ton atau sama dengan 150 ekor sapi.
"Selama Ramadhan hingga Idul Fitri, bila diambil rata-rata dalam satu hari dibutuhkan tiga ekor sapi untuk pemenuhan kebutuhan daging, sedang stok yang kita miliki berjumlah 180 ekor. Jadi stok yang ada lebih dari cukup," tambahnya.
Sedangkan kebutuhan daging ayam, diperkirakan sebanyak 400 kilogram sehingga bila dilihat dari ketersediaan stok yang ada masih lebih dari cukup.
Pemerintah daerah setempat merasa masih tidak perlu mendatangkan stok daging baik untuk hewan ternak sapi maupun ayam dari luar daerah karena ketersediaannya mencukupi.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.