Masyarakat di wilayah pesisir Kalimantan Selatan tetap diminta untuk mewaspadai hujan dengan intensitas tinggi yang dapat mengakibatkan banjir. 


Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kalimantan Selatan Miftahul Munir di Banjarmasin, Selasa, mengatakan wilayah Kalsel bagian pesisir laut seperti Kabupaten Tanah Bumbu kini masih musim hujan sehingga sewaktu-waktu hujan dengan intensitas tinggi bisa terjadi.

"Masyarakat pesisir seperti Kabupaten Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut tetap harus mewaspadai kemungkinan terjadi hujan dengan intensitas tinggi," katanya.

Saat ini, kata dia, secara umum untuk wilayah Kalimantan Selatan seharusnya memasuki musim kemarau, namun karena anomali cuaca dalam dua minggu terakhir, hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

Selain Kalsel, kata dia, hujan juga berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi, Kalimantan Timur, dan beberapa daerah lain yang berada di wilayah Katulistiwa.

"Khusus Tanbu curah hujan untuk Juni hingga Juli memang cukup tinggi, dan hingga kini potensinya juga masih ada, sehingga harus tetap diwaspadai kemungkinan terjadi banjir," katanya.

Anomali terjadi selain akibat naiknya air laut di wilayah Katulistiwa juga karena pada awal Juli 2012 pergerakan fase MJO berada di wilayah Indian Ocean termasuk Indonesia sehingga di Kalsel masih terjadi hujan.

Diperkirakan pada Agustus, MJO tersebut tidak berada di wilayah "Maritime Continent" sehingga tidak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap curah hujan di wilayah Indonesia.

Kondisi anomali suhu perairan Indonesia pada akhir Juni 2012 cenderung lebih rendah (anomali negatif) terhadap rata - ratanya yaitu sekitar -0,16 derajat Celsius dengan suhu perairan Indonesia berkisar antara 25 derajat celsius - 28 derajat celsuis.

Anomali suhu muka laut di wilayah perairan wilayah Kalimantan Selatan (Laut Jawa dan Selat Makasar) berkisar (-0,25) derajat celsius - 0,25 derajat celsius. Hal ini memberikan indikasi bahwa curah hujan di sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan akan berkisar normal.

Dalam skala regional, hasil pengamatan tekanan udara pada awal Juli 2012 menunjukkan bahwa tekanan rendah dominan berada di Belahan Bumi Utara atau di sekitar perairan Laut China Selatan dan Samudera Pasifik Barat.

Pada analisa angin 900 hPa (3000 feet) yang melewati Kalimantan Selatan, arah angin dominan bertiup dari arah Timur dan Tenggara. Hal ini menunjukkan terjadinya pola angin Timuran.

  Dari kondisi dinamika atmosfer di atas dapat disimpulkan bahwa curah hujan di wilayah Kalimantan Selatan dalam tiga bulan ke depan berkisar normal/B/D.


: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026