Lembaga Pemasyarakat Teluk Dalam Banjarmasin mengantisipasi terjadinya joki narapidana atau pertukaran terpidana dengan orang lain sebagaimana yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Kepala Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Teluk Dalam Banjarmasin, Sugino, ditemui di ruang kerjanya Jumat.
 
Antisipasi tersebut, antara lain dengan melakukan pemeriksaan berkas acara pemeriksaan maupun pencocokan identitas terpidana dengan surat penahanan waktu penyidikan pertama.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan meminta kepada kepolisian maupun kejaksaan agar surat penahanan disertai foto terpidana, sehingga lebih mudah melakukan identifikasi.

"Selama ini surat penahanan hanya berupa identitas terpidana, tidak ada fotonya," katanya.

Dengan demikian, kata dia, petugas Lapas sering mengalami kesulitan untuk melakukan identifikasi ulang. Apalagi berkas acara pemeriksaan hanya sampai di kejaksaan.
 
Sedangkan yang dikirim ke Lapas hanya surat penahanan bersama dengan terpidana.

"Kita akan mengkoordinasikan masalah ini dengan kepolisian, kejaksaan dan pengadilan, menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," katanya. (gun).


Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026