Bulog Subdivre Kotabaru, Kalimantan Selatan, menargetkan menyerap 3.000 ton beras hasil panen petani lokal pada 2012.
"Hingga Juli ini, kami sudah menyerap 600 ton beras dari petani lokal," kata Kepala Bulog Kotabaru Rony Hadianto di Kotabaru, Selasa.
Beras tersebut diperoleh petugas Bulog dari petani di Batulicin, Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu, Berangas, dan beberapa daerah lain di Kabupaten Kotabaru serta petani di daerah Hulu Sungai.
Beberapa langkah strategis dilakukan Bulog Kotabaru agar dapat mendapatkan beras untuk kebutuhan rumah tangga miskin (raskin, di antaranya, bekerja sama dengan pihak ketiga atau pengusaha di daerah-daerah sentra, serta menempatkan beberapa satuan tugas (Satgas) "jemput bola".
Jika hanya mengandalkan pengusaha atau pihak ketiga, Bulog akan mengalami kesulitan untuk memenuhi target penyerapan tersebut, katanya.
Menurut Rony, jemput bola adalah "jurus" jitu untuk mendapatkan beras lokal, mengingat harga beras di masyarakat setempat lebih tinggi dari harga ketetapan pemerintah sebesar Rp6.600 per kg.
Hingga Desember 2012, Rony optimistis bisa menyerap 50 persen dari target yakni sekitar 1.500 ton beras lokal.
Sementara itu, pada 2011 Bulog Kotabaru menargetkan menyerap sekitar 4.000 ton beras lokal.
Namun hingga akhir tahun anggaran 2011, target tersebut tidak terealisasi karena harga beras hasil panen petani lokal jauh lebih tinggi dari harga yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp6.060 per kg.
Seorang pedagang beras asal Kotabaru Wiyono mengaku, musim panen kali ini dirinya membeli beras dari petani seharga Rp7.000 per kg.
"Beras tersebut dijual ke Pasar Kemakmuran dengan harga Rp8.000 per kg," katanya.
 Dalam satu musim panen, Wiyono mampu membeli puluhan ton beras dari petani di Kelumpang Selatan untuk dijual ke pelanggannya di Kotabaru./C/D Â
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.