Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng di Aula Abdi Persada Banjarmasin Kalimantan Selatan Kamis mengatakan, pihaknya telah mengajukan permohonan penambahan pendistribusian solar bersubsidi untuk wilayah Kalimantan ke pemerintah, namun hingga kini belum mendapatkan jawaban.
"Kekurangan distribusi solar bersubsidi tidak hanya terjadi di Kalimantan tetapi juga hampir di seluruh wilayah Indonesia, mengatasi hal tersebut saya masih menunggu jawaban atas surat permohonan yang saya sampaikan," katanya.
Menurut dia, antrean untuk mendapatkan solar bersubsidi, bukan hanya terjadi di Kalimantan dan hal tersebut sangat dikeluhkan oleh sebagian besar masyarakat terutama para nelayan.
Namun demikian, kata dia, pihaknya tidak bisa secara serta merta memutuskan untuk menamabah penyaluran solar bersubsidi, karena ada beberapa mekanisme yang harus dijalani mengingat penambahan tersebut sangat terkait dengan keuangan negara.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga perlu data riil kekurangan solar bersubsidi, jangan sampai penambahan justru menjadikan penyelewengan yang diduga dilakukan oknum tertentu semakin besar.
"Akibat kekurangan pasokan solar bersubsidi sangat dirasakan oleh hampir seluruh nelayan di Indonesia, tetapi untuk menambah harus menunggu keputusan pemerintah," katanya.
Diharapkan dengan data yang jelas dan pasti, bisa menjadi patokan bagi pemerintah untuk bisa mengalokasikan dana subsidi untuk seluruh jenis BBM baik itu premium, solar dan minyak tanah atau gas, pada tahun-tahun mendatang, sesuai kondisi keuangan negara.
Kuota solar untuk 2012 masing-masing provinsi ditetapkan Kalimantan Barat sebesar 316.657 kiloliter terealisasi 115.115 kiloliter, kemudian Kalimantan Tengah kuota sebanyak 180.649 kiloliter terealisasi 67.119.
Selanjutnya Kalimantan Selatan 253.067 kiloliter terealisasi 93.200 dan Kalimantan Timur kuotar 289.657 kiloliter terealisasi 105.059 kiloliter.
Dari jumlah tersebut, masing-masing provinsi berharap kuota tambahan yaitu solar, untuk Kalimantan Selatan 317.810 kiloliter, Kalimantan Timur 357.080, Kalimantan Barat 361.259 dan Kalimantan Tengah 275.854 kiloliter.
Kedatangan Andy ke Banjarmasin dalam rangka Penandatanganan kerja sama tim satuan tugas pengawasan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) empat provinsi dengan Kepala BPH Migas di Aula Abdi Persada Banjarmasin.
Penandatangan kerja sama masing-masing provinsi yaitu Kalimantan Selatan diwakili oleh Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin, kemudian Kalimantan Timur diwakili oleh Wakil GUbernur Farid Wadjdy.
Selain itu, Kalimantan Tengah diwakili Sekretaris Daerah Dr Siun Jarias dan Kalimantan Barat diwakili Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Anna Veridiana Iman./C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.