Menjelang Ramadhan 2012 kebutuhan telur di Kalimantan Selatan diprediksi meningkat antara 5-10 persen atau antara 10 ribu hingga 15 ribu ton perhari.

Kepala Dinas Peternakan Kalimantan Selatan Maskamian Anjam di Banjarmasin, Selasa mengatakan, berdasarkan data pada tahun-tahun sebelumnya, satu minggu menjalang Ramadhan kebutuhan telur meningkat tajam.

Pada hari biasa, konsumsi telur di Kalsel sebesar 125 ribu ton per hari, dan diperkirakan satu minggu sebelum Ramadhan dan satu minggu saat Ramadhan konsumsi telur tersebut meningkat menjadi sekitar 135 ribu ton per hari.

Hal tersebut terjadi, karena adanya pasar wadai yang menjual berbagai macam makanan khas Banjar yang hampir seluruhnya atau sebagian besar bahan bakunya memanfaatkan telur.

"Hampir semua wadai khas Banjar, seperti berbagai macam bingka, kue bolu dan lainnya menggunakan telur sebagai bahan baku utama, sehingga tiap Ramadhan permintaan telur meningkat tajam," katanya.

Pada awal puasa, kata Maskamian, sebagian besar masyarakat Banjar terobsesi dengan keberadaan pasar wadai, sehingga konsumsi berbagai makanan kebutuhan pokok pada awalnya meningkat tajam.

Setelah minggu kedua Ramadhan, pasaran telur, tambah dia, biasanya akan kembali normal atau stabil, bahkan kebutuhan atau konsumsi juga terus menurun.

Sebab pada saat itu, masyarakat sudah mulai jenuh dengan berbagai makanan yang ada, dan menjalani konsumsi makan seperti biasanya.

Sedangkan kebutuhan telur per hari, yang biasanya banyak disedot oleh anak-anak sekolah, berkurang drastis, karena pada saat itu liburan sekolah.

"Yang banyak mengonsumsi telur adalah anak-anak sekolah, untuk lauk nasi kuning, lontong dan lainnya, karena lebih praktis dan tidak ada tulang," katanya.

Karena kini anak-anak sekolah sudah mulai libur, konsumsi telur untuk anak-anak tersebut berkurang drastis.

Kekurangan konsumsi telur tersebut masih bisa ditutupi dengan meningkatnya kebutuhan telur para pedagang pasar wadai, dan akan kembali turun pada minggu ke dua Ramadhan.

"Pola seperti hal tersebut di atas hampir bisa dipastikan selalu berulang dalam setiap tahunnya," katanya.

Dari konsumsi sebanyak 125 ribu ton telur tersebut, produksi Kalsel hanya sekitar 95 ribu hingga 100 ribu ton per hari, sisanya merupakan kiriman dari daerah lain seperti Jawa Timur.

"Produksi telur kita paling ideal memang hanya sekitar 100 ribu ton per hari, lebih dari jumlah tersebut akan mengganggu pasaran," katanya./D



Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026