Penggagas dan Pendiri FPB, Herman di Banjarmasin, Kamis menyayangkan komentar Kapolda Kalsel yang seolah-olah pasang badan dalam kasus offroad berdarah itu.
Seharusnya komentar tersebut tidak diucapkan oleh orang nomor satu di kepolisian Kalsel itu, dan hendaknya memerintahkan polisi harus segera melakukan penyidikan tragedi berdarah dalam kaitan HUT Bhayangkara di Batu Licin Kalsel.
"Hukum harus ditegakkan bagi setiap elemen masyarakat tidak lepas dia siapa atau penjabat apa, karena dalam tragedi ini telah ada unsur menghilangkan nyawa orang lain,"katanya.
Dalam hukum tidak ada perbedaan, sehingga kasus tersebut harus terus dikawal oleh pihak kepolisian bukan seolah-olah bertanggung jawab atas tragedi berdarah itu dilihat dari pernyataan Kapolda Kalsel beberapa waktu lalu yang sempat diberitakan media.
"Kapolda harus memerintah kepada anak buahnya untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus offroad berdarah ini, dan masalah pelaku bersalah atau tidak biarlah polisi yang menentukan," terangnya.
Saat ini pelaku harus bisa bertanggung jawab atas perbuatannya dan bersifat kooperatif untuk membantu penyelidikan pihak kepolisian dalam tragedi Internasional Offroad di Batu Licin beberapa waktu lalu.
Selain pelaku yang harus bertanggung jawab atas tragedi mobil offroad tabrak penonton itu, pihak panitia sebagai penyelenggara kompetisi ekstrem offroad tersebut juga bisa bertanggung jawab juga.
Herman terus menuturkan, bahwa kejadian ini diduga rill kelalaian dan mengakibatkan tiga penontong offroad tewas ditempat, dengan adanya menghilangkan nyawa orang lain itu maka kejadian ini harus diusut tuntas pihak kepolisian.
Dengan adanya tindakan penyelidikan dari pihak kepolisian terhadap kasus offroad berdarah itu, maka, institusi kepolisian dimata masyarakat akan terlihat positif dan hukum benar-benar ditegakan dan tidak pilih kasih ataupun tebang pilih.
"Pelaku dari tragedi tabrak penonton hingga tewas itu, diminta untuk bertanggung jawab, dan kepolisian harus terus memproses hukum ini dan jangan menutup-nutupi permasalahan dari tragedi ini," terangnya kepada Wartawan.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.