Kalau catatannya dari Januari sampai September tahun ini ada 148 kali kunjungan ke DPRD Banjarmasin. Kebanyakan dari luar kalimantan. Ada dari Sumatera, Jawa Barat, Jawa tengah, Sulawesi dan daerah lainnyaBanjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Sebanyak 148 DPRD dari kabupaten/kota tercatat telah mengunjungi DPRD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan sepanjang tahun 2018.
Kasubag Humas dan Keprotokolan DPRD Kota Banjarmasin Ahmad Syauqi di gedung dewan kota, Kamis, menjelaskan, hingga September 2018, kunjungan kerja DPRD dari luar daerah ke DPRD Banjarmasin cukup banyak.
Mulai dari konsultasi pembuatan peraturan daerah hingga sharing terkait penerapan kebijakan pemerintah setempat, ujarnya.
"Kalau catatannya dari Januari sampai September tahun ini ada 148 kali kunjungan ke DPRD Banjarmasin. Kebanyakan dari luar kalimantan. Ada dari Sumatera, Jawa Barat, Jawa tengah, Sulawesi dan daerah lainnya," ucapnya.
Menurut Ahmad Syauqi , dengan adanya kunjungan kerja tersebut, secara tidak langsung ada kontribusi terhadap PAD, khususnya dari sektor pajak pariwisata dan perhotelan di Kota Seribu Sungai ini.
"Mereka juga kan menginap dan menikmati pariwisata di kota ini. Otomatis dengan menginap di Banjarmasin, makan di restoran, pasti ada pajaknya. Inilah yang menjadi tambahan PAD," jelas Syauqi sapaan akrabnya.
Untuk jumlah anggota dewan dan staf pendamping yang berkunjung ke kota ini, menurut Syauqi, sudah lebih dari 1.500 orang.
Menurut dia, kalau dihitung setahun pendapatan dari sektor pajak mencapai Rp300 juta.
"Ini tambahan angka yang cukup besar," ungkapnya.
Selain itu lanjutnya, di umur Kota Banjarmasin yang ke-492 ini, pemerintah kota juga telah mengeluarkan surat edaran terkait masuknya DPRD daerah lain ke Banjarmasin.
"Jadi kalau ada dewan luar yang melakukan kunjungan kerja ke daerah ini, maka disarankan menginap di Banjarmasin. Seperti di Kota Tanggerang, mereka juga melakukan hal demikian," tutupnya.
Pewarta: SukarliEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.