Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Mardani H Maming, mengharapkan adanya masukan yang muncul secara konstruktif dari DPR setempat pascadisampaikanya rancangan peraturan daerah (Raperda) atas tentang laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2011 melalui sidang paripuna.
Masukan itu dimaksudkan agar menjadi menjadi elemen penting daerah dalam rangka menggerakkan laju roda pemerintahan sekaligus proyeksi bersama dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas kesejahteraan masyarakat di "Bumi Bersujud" (selogan nama daerah Kabupaten Tanah Bumbu - Red).
"Kami harap melalui penyampaian raperda ini akan lahir masukan-masukan secara konstruktif dari unsur-unsur fraksi. Semoga masukan tersebut menjadi elemen penggerak lajunya roda pemerintahan," katanya pada saat sidang paripurna sebagaimana di laporkan ANTARA di Batulicin, Kamis.
Selama pelaksanaan APBD 2011, jelas bupati, realisasi anggaran pendapatanya mencapai Rp.878.577.525.198,00. Realisasi belanja Rp. 646.699.825.320,00 sehingga mengalami surplus sebesar Rp.231.877.699.878,00.
Pengeluaran pembiayaan sebesar Rp.45.637.467.900,00 dengan jumlah pembiayaan Netto sebesar Rp.45.637.467.900,00.
Sesuai uraian laporan anggaran, selisih lebih antara anggaran pendapatan setelah perubahan mencapai Rp.108.173.797.524,52. Dengan perincian, anggaran pendapatan setelah sebesar hanya sebesar Rp.770.403.727.673,48 namun dalam realisasinya mencapai Rp.878.577.525.198,00 "Artinya ada selisih sebesar Rp.108.173.797.524,52," tegas bupati
Ia menambahkan, untuk selisih kurang antara anggaran belanja setelah perubahan dengan realisasi belanja jumlahnya sebesar Rp.89.076.842.319,00. Dengan perincian, anggaran belanja setelah perubahan sebesar Rp. 735.776.667.639,00 sedangkan realisasinya sebesar Rp.646.699.825.320,00.
Selisih anggaran belanja surplus/defisit dengan realisasinya mengalami peningkatan sebesar Rp.197.250.639.843,52. Dengan rincian anggaran belanja setelah perubahan sebesar Rp.34.627.060.034,48 dan realisasi belanja surplus/defisit sebesar Rp.231.877.699.878,00.
Kemudian selisih kurang antara anggaran pengeluaran pembiayaan setelah perubahan dengan realisasi pengeluaran pembiayaan sebesar Rp.46.832.087.978,89. Rincian anggaran penerimaannya setelah perubahan sebesar Rp.46.832.087.978,89 namun dalam realisasinya tidak ada alias Nol (0).
Untuk selisih kurang antara anggaran pengeluaran pembiayaan setelah perubahan dengan relaisasinya adalah sebesar Rp.35.821.680.113,37. Selisih itu terperinci dengan jumlah Anggaran pengeluaran pembiyaan setelah perubahan sebesar Rp.81.459.148.013,37 sedangkan yang terealisasi sebesar Rp.45.637.467.900,00
Untuk selisih kurang antara anggaran pembiayaan neto setelah perubahan dengan realisasi pembiayaan neto ada sebesar Rp.11.010.407.865,52. Selisih itu terperinci atas anggaran pembiayaan neto setelah perubahan sebesar Rp.34.627.060.034,48 dengan jumlah yang terealisasi sebesar Rp.45.637.467.900,00
Berdasarkan neraca besarnya jumlah aset per 31 Desember 2011 adalah Rp.1.646.307.094.683,44. Besar jumlah kewajiban sebesar Rp.268.807.500,00 dan jumlah ekuitas dana sebesar Rp.1.646.038.287.183,44
Dari hasil laporan arus kas selama satu tahun terakhir hingga 31 Desember 2011, tercatat jumlah saldo kas mulai 1 januari 2011 sebesar Rp.46.642.512.096,89. Arus kas dari hasil aktivitas operasi sebesar Rp.374.700.491.354,00, arus kas aktifitas investasi asset non keuangan sebesar Rp.143.122.137.962,00, arus kas aktifitas pembiayaan sebesar Rp.45.637.467.900,00, dan arus kas aktifitas non anggaran sebesar Rp.750.375.721,00.
"Sehingga, jumlah saldo kas terakhir per 31 Desember 2011 sebesar Rp.233.333.773.309,89," demikian bupati.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.