Hujan telah memadamkan titik api di beberapa daerah, sebagaimana yang telah diberitakan sejak beberapa pekan terakhirBanjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengatakan hujan yang terjadi sejak Minggu (25/8) hingga beberapa hari terakhir telah memadamkam titik api atau hotspot di beberapa daerah.
Gubernur yang melakukan pemantauan dengan menggunakan pesawat helikopter bersama beberapa pejabat terkait, sesaat setelah datang dari menunaikan ibadah haji, Kamis mengatakan, berdasarkan pantauan dari udara, kini tidak terlihat titik api, kecuali asap yang mengepul.
"Hujan telah memadamkan titik api di beberapa daerah, sebagaimana yang telah diberitakan sejak beberapa pekan terakhir," katanya.
Sebelumnya, suasana suka cita mewarnai penyambutan kedatangan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor dan keluarga, usai melaksanakan ibadah haji, di Tanah Suci Mekkah.
Penyambutan dilaksanakan di VIP Room Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kamis (30/8) pagi oleh para pejabat terkait, anggota Forkopimda serta keluarga dan wartawan.
Setiba di VIP Room Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Gubernur beristirahat sejenak. Sekitar 20 menit beristirahat, gubernur memutuskan untuk memantau langsung potensi titik api di sejumlah daerah dari langit Kota Banjarbaru dan sekitarnya dengan menggunakan helikopter.
Sejumlah pejabat turut bersama gubernur memantau titik api, antara lain Kepala BPDB Kalsel, H Wahyudin, Penjabat Bupati Tapin, Gusti Syahyar, Penjabat Bupati HSS, Dahnial Kifli dan Kepala Biro Humas dan Protokol, Kurnadiansyah.
Sekitar 45 menit memantau potensi kerawanan titik api di langit Kalsel, helikopter yang membawa gubernur dan rombongan, mendarat kembali di Bandara
"Alhamdulliah, berkat doa kita semua, kemarin hujan turun dan menghilangkan titik api, tadi hanya terlihat titik asap," katanya.
Gubernur mengemukakan, selama di Makkah dirinya tetap memantau situasi maupun kondisi di Banua. Terlebih terkait kebakaran hutan dan lahan yang biasanya berakibat terjadinya kabut asap.
"Saya selalu memantau dan menerima laporan terkait kebakaran hutan dan lahan. Saya katakan ke teman-teman, nanti setiba di Banua saya akan langsung memantau titik api," katanya.
Meski sekarang hanya terpantau titik asap, gubernur tetap meminta seluruh pihak terkait dan masyarakat tetap waspada, karena bisa saja cuaca kembali panas dan mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan.
Beberapa minggu terakhir, kabut asap mulai dirasakan disejumlah daerah di Kalsel.
Di daerah Desa Cindai Alus misalnya, setiap pagi merasakan kabut asap.Selain itu, sebagian warga di daerah ini juga sulit mendapatkan air bersih, karena sumur yang menjadi sumber air bagi sebagian warga, mulai mengalami kekeringan.
Kepala BPBD Kalsel, Wahyudin mengatakan, selama musim kemarau 2017-2018, telah ada sekitar 1.432 hektar lahan terbakar di Kalsel.
Jumlah ini, merupakan yang terkecil dibandingkan dengan enam provinsi lainnya yang rawan dengan karhutla.
Sejumlah daerah di Kalsel yang terjadi kebakaran lahan dan hutan, yaitu Bati-bati, Guntung Damar, Kawasan Pegunungan Tahura, daerah Daha Barat dan Daha Utara.
Pewarta: Latif ThohirEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.