Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Tabalong Muhammad Aris di Tanjung, Rabu mengatakan terdeteksinya lima anak ini dari hasil pemeriksaan darah di laboratorium.
"Memang ada lima anak yang positif campak dan rubela," jelas Aris.
Sebagai salah satu penyakit yang mudah menular bagi anak tentunya kondisi ini perlu jadi perhatian semua pihak.
Mengingat masih banyak warga Tabalong yang menolak pemberian imunisasi Measles dan Rubela sebagai upaya pencegahan penyakit campak dan rubela.
Menyusul belum adanya sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia.
Menurut Aris Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel telah memberikan himbauan bagi mereka yang belum yakin soal kehalalan vaksin MR bisa mengikuti imunisasi susulan.
Di Tabalong sendiri sasaran imunisasi MR sebanyak 71.564 anak atau 95 persen anak dan balita dalam kurun waktu dua bulan yakni Agustus hingga September 2018
Terpisah satu warga Kelurahan Mabuun Tati mengaku akan membawa putri sulungnya ke posyandu terdekat untuk mendapatkan imunisasi MR karena sebelumnya masih ragu.
"Fatwa MUI sudah memperbolehkan pemberian imunisasi MR jadi saya tidak ragu lagi," jelas Tati.
Pewarta: Herlina LasmiantiEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.