Menjelang Ramadan 1433 hijriah peredaran uang di Kalimantan Selatan meningkat tajam.

Deputi Direktur Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan Maurids H. Damanik di Banjarmasin, Minggu mengatakan, selama triwulan I-2012, total perputaran aliran uang kartal di Kalsel mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya.

Sebelumnya perputaran aliran uang kartal tersebut sebesar Rp2,86 triliun menjadi Rp3,51 triliun. Peningkatan itu dipengaruhi naiknya nilai aliran uang masuk (inflow) dari Rp1,3 triliun menjadi Rp2,13 triliun.

Sementara aliran uang keluar (outflow) justru sedikit menurun dari Rp1,54 triliun menjadi Rp1,38 triliun. Sejalan dengan hal tersebut, jumlah nominal penukaran uang mencapai Rp49,03 miliar atau meningkat dari triwulan sebelumnya yang sebesar Rp35,09 miliar.

Mengantisipasi hal tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah kalimantan kembali melaksanakan kas keliling di beberapa wilayah Kalsel untuk memberikan layanan penukaran uang "on the spot" ke masyarakat.

�Tidak hanya memberikan layanan penukaran uang, kami juga melakukan sosialisasi ciri keaslian rupiah agar masyarakat semakin jeli terhadap peredaran uang palsu serta cara penyimpanan uang tunai yang baik agar tidak lekas rusak," katanya.

Hasilnya, selama triwulan I-2012 nominal jumlah uang yang dimusnahkan mengalami penurunan sebesar 1,86 persen dibanding triwulan sebelumnya. Sementara rasio uang palsu terhadap inflow juga mengalami penurunan dari 0,0019 persen menjadi 0,0002 persen.

Berdasarkan analisis BI kata Maurid, banyak pelaku bisnis Kalsel yang memanfaatkan momen Ramadan untuk mendorong pertumbuhan bisnisnya, baik untuk menambah stok barang dan kebutuhan lainnya.

"Puncak pengadaan barang konsumsi oleh pelaku bisnis yang tercermin dari nilai transaksi di perbankan justru terjadi ketika akan memasuki Bulan Ramadhan, seperti pada saat ini," katanya.

Oleh karena itu, tambah dia, Bank Indonesia melakukan pengadaan uang tunai lebih awal untuk meningkatkan layanan pada para pelaku bisnis.

Menurut Maurids, upaya para pedagang besar atau pelaku bisnis lainnya, meningkatkan jumlah pengadaan barang sudah tepat, sehingga bisa menjamin stok kebutuhan masyarakat Kalsel terpenuhi menjelang Ramadhan.

Dengan stok yang cukup, tambah dia, akan mampu meredam inflasi dari sisi supply. Harapannya, para pelaku bisnis supaya dapat lebih memprioritaskan penyediaan barang konsumsi pokok terlebih dahulu, dibandingkan barang konsumsi lainnya.

"Perkembangan transaksi tunai memang cukup dinamis mengikuti denyut siklus bisnis di Kalsel dan yang lebih melegakan selama triwulan tersebut temuan uang palsu juga semakin menurun, "  katanya.C



Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026