Gelar pasukan ini gunanya untuk memastikan bahwa HST secara menyeluruh siap siaga dalam menangani bencana karhutla
Barabai, (Antaranews Kalsel) - Untuk mencegah dan mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah kabupaten HST, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) s laksanakan apel besar-besaran dengan melibatkan semua intansi terkait.

Apel itu dilaksanakan di lapangan Dwi Warna Barabai selasa (14/8) yang diikuti oleh seluruh elemen yang terkait, dalam hal ini bukan hanya dari pihak Pemkab HST saja, melainkan melibatkan unsur TNI, Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, Tagana, Balakar, Mahasiswa, Pemuda, Pelajar, KTNA, Penyuluh Pertanian dan organisasi lainnya.

Kepala BPBD HST Ali Fahmi dalam laporannya mengatakan bahwa jumlah peserta apel besar kesiapsiagaan bencana karhutla ini sebanyak 530 orang.

Adapun yang diperlukan dalam menangani bencana karhutla ini adalah komitmen dari semua elemen masyarakat untuk mencegah, dengan kata lain diperlukan tindakan nyata untuk melakukan pencegahan.

Dia juga menjelaskan, dilibatkannya unsur Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan Penyuluh Pertanian se HST adalah dimaksudkan karena dari pengalaman beberapa waktu yang lalu, dimana apabila terjadi karhutla, yang terbakar pasti lahan pertanian.

Ini artinya para petani serta pemilik lahan pertanian juga harus turut berupaya mencegah karhutla dan harus paham akibat yang ditimbulkannya.

"Para penyuluh pertanian juga harus aktif mensosialisasikan tentang bahaya bencana karhutla, terutama dalam hal pembukaan lahan pertanian, agar lahan tersebut jangan dibakar untuk mempersingkat waktu dan mengurangi biaya pembukaan lahan, melainkan masih banyak cara lain dengan tidak harus membakar lahan," ujarnya.

Sementara itu Plt Bupati HST H A Chairansyah mengharapkan agar peserta apel dan semuanya dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya karhutla dan akibat yang ditimbulkannya, sehingga upaya pencegahan sejak dini perlu dilakukan dan selalu disosialisasikan.

"Gelar pasukan ini gunanya untuk memastikan bahwa HST secara menyeluruh siap siaga dalam menangani bencana karhutla dan akibat yang ditimbulkannya sejak dini dan dimulai dari jauh-jauh hari," katanya.

Menurutnya, jangan lupa untuk selalu berkoordinasi dengan aparat terkait dan posko yang telah didirikan juga dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Tidak ketinggalan untuk selalu melakukan koordinasi, integritas, komitmen dan kepedulian yang kuat dari semua pihak untuk mendukung kelancaran pencegahan dan penanggulangan karhutla khususnya di Bumi Murakata.

Acara juga diisi dengan orasi secara bergantian dari Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo dan Komandan Kodim 1002 Barabai Letkol Infanteri Nur Rohman Zein dalam menyemangati para peserta anggota tim pencegahan Karhutla yang mengikuti apel besar itu.

Sebelumnya, Pemkab HST telah mendirikan posko tim terpadu untuk mengantisipasi bencana karhutla ini yang ditempatkan di samping halaman kantor Bupati HST.

Sementara untuk rakor terpadu juga telah beberapa kali dilaksanakan, hal ini dilaksanakan untuk menyamakan visi dan misi serta persepsi dalam upaya pencegahan dan penanganan bencana karhutla dan akibat yang ditimbulkannya, dimana menurut Wakapolres HST Kompol Sarjaini bahwa wilayah HST sangat berpotensi terjadi karhutla, sehingga diperlukan sinergitas yang nyata.

Pewarta: M. Taupik Rahman
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026