Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengatakan seharusnya cadangan listrik untuk wilayah Kalimantan Selatan minimal 70 persen dari kebutuhan energi listrik di daerah ini.
"Perjuangan kita untuk mendapatkan energi di Kalsel sudah cukup lama dan panjang, namun hingga kini masih juga belum terpenuhi," kata Gubernur di Banjarmasin Selasa.
Jangankan untuk cadangan, tambah dia, hingga saat ini saja ketersediaan daya listrik di Kalsel masih devisit sehingga pemadaman di beberapa daerah masih sering terjadi.
Selain itu, kata dia, untuk fasilitas umum seperti lampu jalan sebagian besar juga tidak dinyalakan, karena untuk menghemat daya listrik yang ada.
Menurut Gubernur, listrik Kalsel bisa dikatakan aman, bila cadangannya bisa mencapai 100 persen atau minimal 70 persen dari total kebutuhan.
"Kalau sekarang bisa kita lihat sendiri, daftar tunggu rumah tangga yang belum mendapatkan aliran listrik saja masih sangat panjang, dan sudah mendapatkan listrik juga dibatasi hanya 450 watt per rumah tangga," katanya.
Berdasarkan data PLN jumlah rumah tangga di Kalsel sebanyak 1.012.625 rumaha tangga, dari jumlah tersebut yang telah menjadi pelanggan PLN sebanyak 723.744 rumah tangga, artinya masih ada sekitar 288.881 rumah tangga yang belum menjadi pelanggan PLN.
Kondisi terebut, kata dia, sudah pasti sangat mengganggu pertumbuhan ekonomi di Kalsel, selain juga mengganggu masuknya investasi sekala besar maupun kecil di daerah ini.
Memenuhi kebutuhan listrik baik di Kalsel dan Kalteng untuk rumah tangga maupun indsutri kata dia, kini PLN sedang mengembangkan berbagai pembangkit baik itu PLTA, PLTU hingga PLTS untuk program pembangunan 2011 hingga 2019.
Menurut Gubernur, selain telah dioperasikannya PLTU Asam-Asam unit III dan akan menyusul unit IV sebesar 2x60 megawatt pada 2012 ini, selanjutnya akan dioperasikan PLTU Kotabaru 2x7 MW beroperasi 2012.
Selanjutnya, PLTU IPP Kalsel kini sedang proses lelang sebesar 2x100 MW dan PLTM Riam Kiwa 4 MW sedang dalam proses lelang.
Selain itu, melanjutkan PLTU Asam-Asam juga akan dibangun unit 5,6 dan 7 sebesar 3X65 megawatt.
Diharapkan bila seluruh proses pembangunan selesai, listrik tersebut bisa dilakukan interkoneksi dengan Kaltim, sehingga kekurangan daya untuk wilayah tetangga Kalsel tersebut juga terpenuhi.
Sebelumnya disampaikan, sebanyak 1.029 desa di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah hingga kini belum bisa menikmati aliran listrik karena keterbatasan jaringan dan daya listrik PLN wilayah dua provinsi tersebut.
Hal itu disampaikan Manager Bidang Niaga Pelayanan Masyarakat PLN wilayah Kalsel dan Kalimantan Tengah, Syawaludin Sofyan, pada seminar dan rapat tahunan bidang ilmu MIPA untuk Perguruan Tinggi Negeri seluruh Indonesia.
Menurut dia, dari jumlah tersebut, desa-desa di Kalimantan Tengah yang belum dialiri listrik mencapai 867 desa dari total 1.408 desa sehingga baru 38,42 persen atau 541 desa yang telah mendapatkan penerangan PLN.
Pada 2011 ini,kata Syawal pihaknya akan meningkatkan menjadi 47,73 persen desa yang dialiri listrik.
Sedangkan untuk Kalsel, kata dia, jauh lebih baik karena dari 1.981 desa yang telah dialiri listrik sebanyak 1.819 desa atau sekitar 91,82 persen telah mendapatkan penerangan dari PLN.
"Jadi untuk Kalsel sisanya tinggal 162 desa yang belum berlistrik," katanya.
Memenuhi kebutuhan listrik baik di Kalsel dan Kalteng untuk rumah tangga maupun indsutri kata dia, kini PLN sedang mengembangkan berbagai pembangkit baik itu PLTA, PLTU hingga PLTS untuk program pembangunan 2011 hingga 2019.
Beberapa pembangunan pembangkit yang akan beroperasi pada 2011 ini antara lain yaitu khusus di Kalteng yaitu PLTU IPP Pangkalan Bun sebesar 2X7 megawatt beroperasi pada Juli 2011, PLTU Buntok dengan daya yang sama beroperasi awal 2012/2013, PLTU Kuala Pembuang 2X3 MW sedang dalam proses lelang, kemudian Kuala Kurun dengan daya yang sama, juga sudah siap lelang.
Selanjutnya, kata dia, PLTU Pulang Pisau siap 2x60 MW siap operasi pada 2012 dan 2013, PLTGU IPP Muara Teweh 120 MW sedang dalam master plan siap dibangun 2014, PLTU Sampit 2x25 MW operasi 2014, PLTU Pulang Pisau ekstension 100 MW beroperasi pada 2015.
Selain itu, PLTA Kusan 65 MW diperkirakan mulai ada pendanaan pada 2016, pada tahun yang sama juga dibangun PLTU IPP Kalteng 2x100 MW, kemudian PLTA Jerawi 72 MW, PLTA Juloi 240 MW.
"Kami harap seluruh rencana pembangunan pembangkit itu mampu memenuhi seluruh kebutuhan listrik di Kalteng baik untuk industri maupun rumah tangga, sekaligus juga untuk mengantisipasi perkembangan kebutuhan listrik daerah tersebut," katanya/B/D
Editor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.