Pelayanan listrik oleh PT PLN terhadap pelangganya di Ranting Sungai Kupang, Kelumpang Hulu, Kotabaru, Kalimantan Selatan, kembali lancar, menyusul selesainya penggantian travo yang jebol akibat terbakar.
General Manager PT PLN Cabang Kotabaru H Burhan, Selasa, mengatakan, setelah selesai mengganti travo yang terbakar, dapat dipastikan pelayanan listrik kembali normal.
Travo yang terbakar di antara Desa Tarjun dan Serongga, mengakibatkan suplai listrik di beberapa ranting di daratan Kalimantan terganggu.
Burhan menjelaskan, pihaknya akan memasang tarvo dengan kapasitas lebioh besar dari yang terbakar.
"Agar bisa memberikan pelayanan lebih luas dan lebih baik," ujarnya.
Sementara itu, warga Serongga, Kelumpang Hilir Husaini, mengungkapkan, suplai lsitrik kini mulai normal.
Warga meminta PLN setempat agar mengakhiri pemadaman bergilir yang terjadi di beberapa kecamatan itu.
"Agar warga masyarakat dapat mengunakan listrik secara normal, sehingga kegiatannya menjadi lancar," kata Husaini.
Beberapa Kecamatan yang menerima imbas pemadaman listrik secara bergilir diantaranya, kecamatan Kelumpang Hilir, Kelupang Hulu, dan Kelumpang Selatan.
Humas PT PLN cabang Kotanbaru M Jimy, mengatakan, pemadaman bergilir terjadi karena terbakarnya trafo yang berkapasitas 4 mega watt milik PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) Tarjun.
"Akibatnya suplai listrik kepada masyarakat menjadi berkurang sehingga dilakukan pemedaman secara bergilir," ujarnya.
Selain itu, ada beberapa buah mesin yang dimiliki PT PLN Ranting Sungai kupang, Cantung mengalami kerusakan, jelasnya.
Namun, setelah dilakukan penggantian travo, akhirnya suplai listrik kepada masyarakat menjadi normal, walaupun dengan berkapasitas 3 mega watt.
Kapasitas tersebut juga tidak sepenuhnya dapat digunakan, hanya sekitar 80 persen saja, yaitu sekitar 2,2 mega watt.
Salah satu warga Cantung Suwondo membenarkan bahwa listrik di desanya telah berangsur normal, setelah adanya pemadaman beberapa waktu lalu.
 "Sekarang warga sudah bisa tenang karena listrik sudah berangsur normal," ujarnya./C/C
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.