Wakapolres Kotabaru, Joko Sulistio, di Kotabaru, Jumat, mengatakan, untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan pada malam perayaan Natal pihaknya mulai Jumat sore menyiagakan 236 Polisi di gereja-gereja.
Polres Kotabaru juga menempatkan petugas di lokasi-lokasi strategis guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.
"Untuk pengamanan, kami menggunakan sistem pengamanan terbuka dan tertutup," kata Wakapolres.
Joko enggan menyebutkan tempat yang dinilai rawan, karena secara umum wilayah Kotabaru sangat aman dan kondusif.
Khusus untuk perayaan malam tahun baru, Polres Kotabaru juga menyiagakan sedikitnya 236 personil.
Personel Polisi itu nanti juga ditempatkan di lokasi yang menjadi pusat keramaian masyarakat dalam merayakan tahun baru 2011 dan pusat-pusat perbelanjaan.
"Khusus untuk malam tahun baru jumlah personil tidak menutup kemungkinan akan ditambah hingga 400 personil," terangnya.
Jumlah personil akan disesuaikan dengan kondisi saat itu, jika harus ditambah, maka semua kekuatan Polres akan dikerahkan, ujar dia.
Wakapolres optimistis, dalam perayaan Natal dan malam tahun baru Kotabaru relatif aman dan kondusif.
Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tetap berhati-hati dan waspada, tegas dia.
Sementara itu, Polres Kota Banjarbaru melakukan langkah sterilisasi terhadap sejumlah gereja yang ada di daerah itu menjelang perayaan Natal 2010.
Kepala Bagian Operasional Polres Banjarbaru, AKP Made Suarjana, di Banjarbaru, Jumat, mengatakan, langkah itu dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
"Sterilisasi gereja itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga umat Kristiani dapat dengan tenang melaksanakan ibadah," ujar AKP Made Suarjana.
Menurut dia, sterilisasi itu dilakukan bekerja sama dan melakukan koordinasi dengan personel Satuan Gegana Brigade Mobil (Brimob) Polda Kalsel yang memiliki keahlian dan peralatan dalam mendeteksi benda-benda yang berbahaya.
Dijelaskan, melalui keahlian dibantu peralatan yang memadai, personel Gegana Brimob melakukan penyisiran terhadap gereja yang akan digunakan umat Nasrani menjalankan ibadah bertepatan perayaan Natal.
"Penyisiran dilakukan pada malam hari menjelang perayaan Natal sehingga keesokan harinya umat Nasrani dapat dengan tenang dan nyaman menjalankan ibadah pada perayaan Natal," ungkap AKP Made Suarjana.
Dikatakan, sterilisasi hanya dilakukan terhadap dua gereja dari tujuh gereja yang ada di Kota Banjarbaru yakni Gereja Bunda Maria Jalan A Yani Km 35 Banjarbaru dan gereja di Jalan Sumber Adi Kelurahan Guntung Paikat.
"Rencananya hanya dua gereja itu yang disterilisasi karena merupakan gereja besar dan banyak didatangi umat Nasrani saat beribadah bertepatan perayaan Natal," ujar AKP Made Suarjana.
Ia mengatakan, selain dua gereja yang disterilisasi, juga lima gereja lainnya akan dijaga ketat oleh sejumlah petugas yang diturunkan melakukan pengamanan.
Sesuai prosedur, satu gereja akan dijaga sepuluh orang petugas kepolisian dari berbagai satuan yang ditempatkan satu hari sebelum pelaksanaan Natal hingga satu hari sesudah perayaan Natal.
"Penempatan personel dilakukan sesuai kebutuhan dan apabila diperlukan mengantisipasi segala kemungkinan, personel lain yang disiagakan di markas bisa segera diturunkan," katanya.
Ditambahkan, pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Banjarbaru untuk menghormati umat Nasrani yang beribadah pada hari besar itu, sehingga tercipta suasana kondusif dan kerukunan antarumat beragama.*C*-*Rzl*
: Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.