Satuan Reserse Narkoba Polres Tanah Bumbu Kalsel menangkap seorang pria berkerja sebagai buruh lepas pelabuhan karena kedapatan menyimpan narkotika jenis sabu-sabu didalam rumahnya.
Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Tanah Bumbu, Iptu Pol Eko Hari Prasetyo saat dihubungi melalui telpon genggamnya, Selasa mengatakan, menangkapan itu hasil informasin warga bahwa buruh tersebut diduga sering melakukan transaksi narkotika jenis sabu-sabu.
Berkat hasil penyelidikan dari informasi tersebut, polisi langsung melakukan penggerebakan dirumah buruh lepas tersebut yang berlokasi di jalan PLN Tridaya Rt 06 Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu Kalsel.
Dari penggerebekan itu polisi menemukan barang bukti berupa tujuh paket sabu-sabu, satu timbangan digital, serta turut diamankan uang berjumlah lebih kurang Rp 1.450.000.
Buruh lepas yang tempat tinggalnya di "obok-obok" polisi narkoba itu dilakukan penggerebakan pada Jumat (1/6) sekitar pukul 15.30 wita, dan buruh tersebut diketahui berinisial NS alias Inas (35) saat sedang istirahat dirumah.
"Inas terpaksa harus kita giring kekantor karena dirumahnya kedapatan menyimpan tujuh paket sabu-sabu serta barang bukti lainnya yang turut kita sita dan amankan," ucap perwira muda itu.
Saat ini Inas sudah dilakukan penahanan atas perbuatannya terlibat penyalahgunaan narkotika dan dia juga menjalani pemeriksaan untuk proses hukum lebih lanjut.
Hasil penyidikan sementara Inas selain menyimpan sabu-sabu, dirinya juga diduga sebagai pengedar barang haram dan dijerat dengan UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.
"Kita akan terus berusaha untuk meminimalisir peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang diwilayah Kabupaten Tanah Bumbu," ucap pria muda lulusan Akpol 2006 itu.
Eko panggilan akrab Kasatres Narkoba Polres Tanah Bumbu, menuturkan bahwa berdasarkan pengakuan tersangka bahwa ia menyimpan sabu-sabu tersebut untuk dipakai sendiri dan bila ada teman yang berminat atau mencari sabu-sabu maka akan dijualnya.
 "Dia melakukan pekerjaan haram itu karena faktor ekonomi dan untuk biaya hidup sehari-hari karena pekerjaannya sebagai buruh lepas tidak mencukupi," tutur lelaki tinggi berkulit putih itu./Gun/D
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.