PT Pertamina mulai Kamis menggelontor seluruh stasiun bahan bakar umum di wilayah Kalimantan dengan bahan bakar minyak baik premium maupun solar sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.

"Mulai hari ini pendistribusian solar maupun premium sudah kita tambah sesuai dengan kebutuhan, kita targetkan seluruh antrean BBM di SPBU Kalimantan tidak ada lagi," kata Humas PT Pertamina Wilayah Kalimantan Bambang Irianto di Banjarmasin, Kamis.

Menurut Bambang, penambahan penyaluran BBM bersubsidi saat ini tidak lagi memperhitungkan angka penambahan, tetapi sesuai dengan perintah dari pusat, pendistribusian BBM harus ditambah hingga tidak ada lagi antrean.

Misalnya saja, untuk pendistribusian premium di Banjarmasin, sudah ditambah sekitar 350 kiloliter sehingga pendistribusian khusus Kamis (31/5) menjadi 1.400 kiloliter dari biasanya hanya sekitar seribu kiloliter.

Kendati belum ada angka, kata dia, pengawasan dan pengendalian tetap dilakukan dengan ketat untuk menghindari kemungkinan terjadinya kesalahan atau penyelewengan.

"Kita akan intensifkan pengawasan di seluruh lini, bekerjasama dengan kepolisian, pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya," katanya.

Tentang jatah penambahan kuota BBM untuk wilayah Kalimantan, kata Bambang, hingga kini pihaknya belum mendapatkan konfirmasi berapa kepastian penambahan kuota BBM tersebut.

"Tentang angka penambahan belum bisa kita sebutkan, yang pasti targetnya menyelesaikan antrean BBM di Kalimantan dalam waktu sesingkat-singkatnya," katanya.

Sebelum ada perintah penambahan kuota BBM, kata dia, Pertamina telah menambah pendistribusian BBM hingga 20 persen dari kuota seharusnya.

Kuota premium wilayah Kalimantan pada 2012 yaitu, Kalimantan Barat sebesar 408.096 kiloliter dengan realisasi hingga April sebesar 168.688 kiloliter.

Selanjutnya Kalimantan Tengah kuota premium sebesar 263.748 kiloliter dan terealisasi hingga April 103.931 kiloliter, Kalimantan Selatan kuota sebesar 438.834 kiloliter dan terealisasi 172.690 kiloliter dan paling banyak Kalimantan Timur kuota 489.685 kiloliter dan terealisasi 200.602 kiloliter.

Sedangkan untuk solar, kuota yang ditetapkan pada 2012 untuk Kalimantan Barat sebesar 316.657 kiloliter terealisasi 115.115 kiloliter, kemudian Kalimantan Tengah kuota sebanyak 180.649 kiloliter terealisasi 67.119.

Selanjutnya Kalimantan Selatan 438.834 kiloliter terealisasi 93.200 dan Kalimantan Timur kuotar 289.657 kiloliter terealisasi 105.059 kiloliter.***2***












: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026