Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan melakukan penyuluhan sertifikasi produk pangan industri rumah tangga agar produk tersebut aman dikonsumsi masyarakat.  


Kepala Dinkes Banjarmasin, drg Hj Diah R Praswati kepada pers di Banjarmasin, Selasa menyebutkan industri rumah tangga yang memproduksi pangan dan jajanan di Kota Banjarmasin jumlahnya sangat besar.

Menurutnya, industri rumah tangga tersebut memiliki potensi untuk terus berkembang yaitu melalui proses alih tehnologi tradisional ke tehnologi modern.

Industri rumah tangga tersebut berpotensi berkembang karena pula memiliki dukungan bahan baku dan pasar yang sangat potensial pula, tambahnya.

Namun demikian, masih banyak ditemui produk pangan yang tidak memenuhi syarat mutu dan keamanan pangan, seperti masih terdapatnya kasus keracunan makanan.

Hal itu terjadi karena rendahnya pengetahuan, keterampilan, dan tanggungjawab produsen pangan tentang mutu dan keamanan pangan, serta rendahnya kepedulian konsumen itu sendiri.

Oleh karena itu pada tahun 2012 ini Dinkes Banjarmasin melakukan penyuluhan sertifikasi produk pangan industri rumah tangga kepada 85 orang pengusaha produk pangan rumah tangga.

Penyuluhan tersebut dibagi dua angkatan dan penyelanggaraan bekerjasama dengan pihak Badan POM dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Berdasarkan catatan, pihak Dinkes setempat menemukan jenis jajanan yang menggunakan bahan berbahaya, seperti borak, pormalin, rodamine, dan natrium.

  Berdasarkan uji laboratorium terhadap 198 sampel jajanan yang sering diperjualbelikan tersebut, ternyata 94 sampel dinilai tidak memenuhi standar yang disyaratkan bagi kesehatan. /D/.D  




: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026