Tingkat keramaian baik itu untuk arus barang masuk dan keluar dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Kalimantan Selatan kini mengalahkan keramaian Pelabuhan Semarang Jawa Tengah.
Direktur Perusahaan Daerah Ambang Barito Persada Kalimantan Selatan Irhamsyah di Banjarmasin, Selasa mengatakan, sebelumnya tingkat keramaian Pelabuhan Banjarmasin yang masuk wilayah Pelindo III berada pada urutan ke tiga setelah Semarang dan urutan pertama Surabaya.
Setelah alur Barito lancar, tidak lagi tergantung dengan pasang surut air sungai, kini pelabuhan Banjarmasin yang naik menjadi kelas 1 A keramaiannya mengalahkan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang.
Artinya, efek ganda dari pengerukan alur Barito cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi Kalsel, terutama kelancaran transportasi keluar masuknya arus barang dari Kalsel dan beberapa daerah lain.
"Kelancaran tersebut menjadi salah satu tujuan utama Pemprov Kalsel dalam memperjuangakan pengerukan alur Barito," katanya.
Sebab dengan arus barang lancar, maka harga barangpun akan cenderung lebih murah karena biaya transportasi juga bisa lebih murah dan hemat.
Berdasarkan data dari PT Pelindo, saat ini rata � rata kontainer yang masuk ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin mencapai 37 ribu unit per bulan.
Sedangkan armada yang keluar masuk pelabuhan Trisakti Banjarmasin dalam sehari bisa mencapai 400 rite.
Selain arus barang peti kemas, keluar masuknya tongkang batu bara juga semakin ramai, terbukti pada 2011 ekspor batu bara Kalsel mencapai 100 juta ton lebih naik dibanding 2009 yang hanya sekitar 73 ribu ton.
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag Kalsel, Gusti Yasni Iqbal mengatakan, kenaikan volume ekspor batu bara tersebut terjadi karena permintaan batu bara dari luar negeri juga terus meningkat.
Diprediksi pada 2012, peningkatan akan kembali terjadi kendati harga batu bara dalam beberapa bulan terakhir terus jatuh.
"Jumlah tersebut baru untuk batu bara kualitas ekspor, belum termasuk batu bara yang untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri," katanya.
Kenaikan volume ekspor terjadi, karena salah satunya didukung oleh kelancarana arus transportasi di alur Barito.
Sebelum dikeruk, alur Barito hanya bisa dimanfaatkan selama enam jam dalam satu hari, kini bisa dimanfaatkan 24 jam terus menerus.
Kebutuhan batu bara dalam negeri, sekitar 100 juta ton per tahun yang disuplai dari beberapa perusahaan tambang di seluruh wilayah Indonesia.
 "Setiap perusahaan tambang batu bara wajib menyuplai ke PLTU yang jumlahnya sekitar 100 juta ton," kata pengusaha terkenal di Banjarmasin H Sulaiman HB beberapa waktu lalu./B/D
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.