Peluang Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan mempertahankan penghargaan adipura ke empat kalinya kecil karena tidak lolos verifikasi untuk mendapatkan penghargaan bidang kebersihan kota itu.
"Peluang Banjarbaru mempertahankan adipura yang ke empat memang kecil karena tidak lolos verifikasi tim adipura pusat," ujar Wakil Wali Kota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli, Selasa.
Ia mengatakan, verifikasi tim adipura pusat merupakan salah satu indikator sebuah kota berpeluang meraih penghargaan adipura setelah melalui proses penilaian tahap satu dan tahap dua.
Namun, memasuki penilaian tahap akhir yakni verifikasi atas penilaian tahap satu dan dua ternyata Kota Banjarbaru yang masuk kategori kota sedang pada penilaian adipura tidak menjadi proses tersebut.
"Tim adipura pusat sudah datang ke Kalsel melakukan verifikasi pada daerah calon penerima adipura, tetapi hanya dua kabupaten yakni Kabupaten Banjar dan Hulu Sungai Tengah," ungkapnya.
Dikatakan, seandainya Kota Banjarbaru benar-benar gagal meraih adipura ke empat maka pihaknya meminta maaf kepada seluruh lapisan masyarakat karena tidak berhasil mempertahankan prestasi nasional tersebut.
"Kami minta maaf kepada seluruh lapisan masyarakat apabila benar-benar tidak meraih adipura ke empat dan mengakui penyebabnya karena banyaknya masalah kebersihan kota yang belum tertangani," ujarnya.
Disebutkan, sejumlah permasalahan yang membuat Banjarbaru tidak mampu mencapai standar penilaian adipura diantaranya pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dan masalah kebersihan kota.
Dijelaskan, pengelolaan TPA "Hutan Panjang" yang masih menggunakan sistem "open dumping" bukan "Sanitary Landfill" belum maksimal sehingga nilai yang diperoleh tidak mencapai hasil sempurna.
"Nilai maksimal bagi TPA yang masih menggunakan sistem "open dumping" dalam pengelolaan sampah hanya 60-70 poin, sedangkan "Sanitary Landfill nilainya bisa mencapai 70-80," ujarnya.
Kekurangan lain adalah kondisi Pasar Bauntung Banjarbaru yang nilainya juga dibawah standar karena saluran air atau drainase kurang baik ditambah kebersihan lingkungan pasar yang sangat kurang.
Ke depan, kata dia, pihaknya berupaya keras memperbaiki kekurangan melalui peningkatan sistem pengolahan sampah menjadi "Sanitary Landfill" dan penanganan sampah dan kebersihan yang lebih baik.
Sebelumnya selama tiga kali berturut-turut sejak tahun 2009 dan 2010 dibawah kepemimpinan Wali Kota Rudy Resnawan Kota Banjarbaru berhasil meraih penghargaan adipura.
Kemudian pada masa kepemimpinan Wali Kota Ruzaidin Noor yang berpasangan dengan Ogi Fajar Nuzuli berhasil mempertahankan penghargaan adipura untuk ketiga kalinya pada 2011.
 Namun, pada 2012 atau memasuki tahun ke empat, Banjarbaru diperkirakan gagal mempertahankan penghargaan adipura karena tidak lolos verifikasi dari tim penilai pusat./zal/D
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.