Kepala Dinas Pertanian Kotabaru Ir H Zuhairil Anwar, Kamis, mengatakan, setiap hektare lahan yang akan dibuka akan mendapatkan dana sebesar Rp7,5 juta.
"Program cetak sawah baru ini sebenranya sudah dilakukan Pemkab Kotabaru beberapa tahun terakhir," jelasnya.
Tujuannya adalah ingin menjadikan Kotabaru sebagai kabupaten yang berswasembada beras.
Sawah baru tersebut akan dicetak di beberapa kecamatan di Kotabaru yang memiliki lahan potensi untuk areal persawahan namun belum dibuka karena minimnya permodalan.
Agar program tersebut benar-benar bermanfaat dan dapat dirasakan bagi masyarakat, khususnya petani.
Pemda Kotabaru melalui Dinas Pertanian tidak lagi menyerahkan proses pembukaan lahan kepada kontraktor atau pihak ketiga.
"Kami akan memberikan langsung kepada petani mulai dari biaya pembukaan atau penggarapan sampai panen," katanya.
Dana tersebut akan diberikan kepada warga yang akan membuka lahan dalam bentuk pengadaan pupuk, benih dan biaya operasional lainnya.
"Dulu kita pernah memberikan pengerjaan lahan kepada pihak ketiga, tetapi ternyata lahan yang sudah di kerjakan tidak mampu digarap semua oleh warga," imbuhnya.
Sementara itu, Dinas Pertanian Kotabaru juga sudah melaksanakan program membukakan lahan sawah baru seluas 950 hektare yang terdiri dari lahan basah dan lahan kering pada 2011 lalu.
Cetak sawah tersebut didukung oleh dana APBD dan APBN yang besarnya sekitar Rp6,250 miliar.
Dengan pembukaan lahan baru tersebut, pihaknya berharap agar program swasembada beras akan segera terealisasi secepatnya, pungkasnya.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.