"Pulau Laut Timur yang dulunya pernah dijadikan lumbung padi, diharapkan kini kembali sebagai ikon penghasil padi terbesar di Kabupaten Kotabaru," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Dinas Pertanian Kotabaru Ani Sulistyawati, pada panen raya di Kotabaru, Kamis.
Dia menjelaskan, luas areal persawahan di Pulau Laut Timur mencapai 1.336 hektare.
Diharapkan kedepan akan lebih berkembang lagi mengingat masih banyak bantuan program peningkatan dan perluasan lahan pertanian dari pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Pertanian juga memberikan bantuan sarana peralatan pertanian kepada Kelompok Tani Bina Usaha Mandiri dari Desa Berangas, Pulau Laut Timur, karena telah panen dengan dengan menghasilkan 7,75 ton per hektare dengan ubinan sekitar 5,6 ton.
Kepala Dinas Pertanian Kotabaru Ir H Zuhairil Anwar, mengharapkan kepada para petani tidak mudah puas dengan keberhasilan panen yang cukup tinggi.
"Petani diharapkan tetap menggunakan teknologi pertanian yang lebih baik, tujuannya agar hasil panenannya tetap baik," ujarnya.
Pemerintah melalui Dinas Pertanian juga akan senantiasa melakukan upaya-upaya perbaikan terhadap kualitas pertanian pada kawasan Pulau Laut Timur.
"Bagi para kelompok tani lain yang belum bisa membuktikan hasil pertanian mereka yang lebih baik, untuk tetap bersemangat untuk belajar," imbuhnya.
Camat Pulau Laut Timur Joko Prayitno mengatakan, upaya kebersamaan harus terus digalakkan bersama-sama masyarakat, karena dengan rasa itu kita akan jauh lebih paham arti dari kerukunan.
"Dari situ juga akan adanya jalinan koordinasi yang baik antar sesama kelompok tani dalam memajukan sistem pertanian kedepan yang lebih baik lagi," kata Joko.
Jangan sampai rasa kebersamaan itu akan hilang dan itu akan merugikan bagi masyarakat sendiri, imbuhnya.Suli/C
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.