Dalam debat terbuka kita harus tahu program paslon untuk mengatasi persoalan lokalTanjung, (Antaranews Kalsel) - Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Andi Tenri Sompa mengatakan materi debat Pilkada 2018 harus berisi berbagai persoalan yang ada di daerah.
"Dalam debat terbuka kita harus tahu program paslon untuk mengatasi persoalan lokal," jelas Tenri di Tanjung, Kamis.
Baik itu persoalan masih tingginya angka pengangguran dan kemiskinan meski punya kekayaan sumber daya alam yang melimpah.
Hal ini disampaikan Tenri dalam diskusi publik yang membahas materi debat terbuka dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tabalong 2018 yang diikuti kalangan mahasiswa, tokoh masyarakat dan pengurus parpol.
Sejumlah peserta diskusi publik juga meminta tim perumus debat terbuka bisa mengangkat tema utama yakni pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.
Ketua DPRD Tabalong Darwin Awi menyampaikan visi dan misi paslon sebenarnya sudah mengakomodir tiga tema besar tersebut dan terpenting bisa direalisasikan saat menang dalam pilkada.
"Visi dan misi jadi tanggungjawab paslon yang harus direalisasikan jika menang pemilu," jelas Darwin.
Sementara iti Ketua Forum Koordinasi LSM Kabupaten Tabalong Erwansyah mengusulkan dalam debat terbuka lebih mempertajam soal pemberantasan korupsi mengingat masih banyaknya praktik penyalahgunaan wewenang di daerah.
Termasuk menyoroti maraknya kegiatan di wilayah ini yang tak sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Tabalong untuk mewujudkan masyarakat yang agamis.
Hal senada juga disampaikan Direktur Yayasan Pusaka Tabalong Firman Yusi terkait visi dan misi mewujudkan masyarakat Tabalong yang agamis indikatornya harus jelas.
Ketua KPU Tabalong Agus Musdian Noor mengatakan debat terbuka akan dilaksanakan 22 April 2018.
"Hasil diskusi publik hari ini jadi bahan masukan tim perumus debat terbuka," jelas Agus.
Acara diskusi publik sendiri dipandu oleh anggota KPU setempat Cicik Agus Sulistyani selaku moderator.
Pewarta: Herlina LasmiantiEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.