Pengamat Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin, Suriansyah mengatakan uji kompetensi guru di Kalimantan Selatan mendesak dilaksanakan dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia di dunia pendidikan.
Menurut Suriansyah di Banjarmasin usai peringatan Hari Pendidikan Nasional di halaman kantor Gubernur Kalsel, Rabu, hingga saat ini Kalsel belum memiliki potret yang jelas seberapa besar kemampuan dan kualitas guru di daerah ini.
"Saat ini Kalsel belum melaksanakan uji kompetensi sehingga belum bisa diketahui tingkatan kemampuan para guru," katanya.
Secara nasional kata dia, uji kompetensi guru baru mencapai rata-rata tiga yaitu masih jauh dari kualitas ideal yang seharusnya berada pada angka delapan.
Tentu kata dia, hal tersebut sangat memprihatinkan, karena saat ini tingkat kelulusan anak-anak dituntut nilainya mencapai 5,5 sedangkan gurunya baru mendapatkan nilai rata-rata tiga.
"Dengan kompetensi guru yang masih rendah tersebut, sangat mustahil kita akan mendapatkan anak didik yang memiliki daya saing tinggi," katanya.
Bahkan, kata dia, tidak menutup kemungkinan anak-anak didik yang pada dasarnya memiliki kecerdasan yang tinggi, namun tidak diarahkan dan tidak ada yang mampu menggali dengan baik, akhirnya potensi yang ada tidak bisa tergali dengan maksimal.
Sementara itu, sertifikasi guru yang selama ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas guru ternyata belum mampu memberikan hasil yang diharapkan, karena sertifikasi yang berlaku saat ini hanya sekadar mengukur porfolio untuk bisa mendapatkan tambahan satu bulan gaji.
Peningkatan kompetensi guru di Kalsel, tambah Suriansyah, menjadi tugas berat bagi Dinas Pendidikan, karena melalui kompetensi tersebut akan diketahui kelemahan dan kelebihan sumber daya manusia guru yang ada saat ini.
"Ibarat penyakit, saat ini Pemprov Kalsel belum memiliki diagnosa yang jelas sehingga akhirnya obat yang diberikan juga sembarangan," katanya.
Kondisi tersebut, kata dia, dikhawatirkan justru akan banyak merugikan daerah karena terapi yang diberikan tidak sesuai dengan yang dibutuhkan.
Melalui uji kompetensi tersebut, akan diketahui secara jelas di mana kelemahan yang harus segera dibenahi dan kelebihan yang harus terus didorong untuk lebih maju.
Tanpa uji kompetensi tersebut, dikhawatirkan, Kalsel khususnya akan sulit mendapatkan generasi muda atau pelajar yang unggul sesuai dengan potensi yang mereka miliki.
Sehingga banyak anak-anak yang memiliki potensi besar tetapi prestasinya rendah karena tidak ada yang mampu mengarahkan dan menggali sesuai dengan minat dan bakatnya.
Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan mengatakan, pemerintah terus berusaha untuk meningkatkan kualitas guru melalui pendidikan dan pelatihan yang secara terus menerus dilaksanakan. "
Saya rasa saat ini kemampuan guru telah jauh lebih baik, dibanding sebelumnya, namun memang harus terus ditingkatkan," katanya./B/ C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.