Kotabaru, Kalsel (ANTARA) - Direktorat Sekolah Dasar (SD), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Daerah Digitalisasi Pembelajaran Jenjang Sekolah Dasar Tahun 2026 di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru Akhmad Romansyah, mengapresiasi Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen yang telah memilih dan melibatkan para pendidik dari Kotabaru dalam program digitalisasi pembelajaran.

“Gunakan waktu yang sangat singkat ini dengan belajar sebaik-baiknya, karena para narasumber yang dihadirkan adalah orang-orang yang sangat menguasai materi yang akan disampaikan,” ujarnya, di Kotabaru, Rabu.

Baca juga: Pemkab Kotabaru susun SOP tata kelola Geopark

Kondisi geografis Kabupaten Kotabaru yang memiliki 22 kecamatan dengan jarak antar daerah yang cukup jauh menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga pendidik. 

Bahkan, sejumlah guru harus menempuh perjalanan laut maupun darat berjam-jam untuk mengikuti kegiatan.

Ia mencontohkan tenaga pendidik dari wilayah Pulau Sembilan, termasuk Desa Matasiri, yang harus menempuh perjalanan laut dari pusat kecamatan. 

Begitu pula guru yang bertugas di wilayah Pamukan dan daerah perbatasan yang memiliki akses lebih jauh menuju ibu kota kabupaten.

Akhmad berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di Kabupaten Kotabaru, tidak hanya pada jenjang SD, tetapi juga mencakup program-program dari Direktorat lainnya sehingga semakin banyak pendidik yang mendapatkan penguatan kapasitas.

Perwakilan Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Yoyo Hidawanto, mengatakan digitalisasi menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam mendorong transformasi pendidikan.

Pelaksanaan  pembelajaran telah memasuki tahun kedua dan diharapkan dapat semakin memperluas pemanfaatan teknologi di satuan pendidikan.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi memberikan kemudahan dalam berbagai proses administrasi dan pembelajaran. 

Berbagai dokumen maupun pelaporan dapat dilakukan secara digital, termasuk penggunaan tanda tangan elektronik serta pengunggahan dokumen seperti SPTJM dan BAST.

Yoyo juga mengingatkan para peserta agar mampu menggunakan perangkat digital dan media sosial secara bijak. 

Menurutnya, kemudahan teknologi harus diiringi dengan tanggung jawab dalam penggunaannya.

“Bijaksanalah dengan jari. Salah mencet bisa viral. Jadi harus bijak menggunakan perangkat-perangkat digital dan bermedia sosial,” pesannya.

Selain digitalisasi pembelajaran, ia memaparkan sejumlah program prioritas Direktorat SD, termasuk program revitalisasi satuan pendidikan serta bantuan prasarana pembelajaran menulis bagi peserta didik kelas I dan II SD.

Program tersebut, juga akan memanfaatkan sistem digital dalam proses pengelolaan dan pembelanjaannya, termasuk melalui SIPLah, sehingga proses penyaluran dan pemanfaatan bantuan dapat dilakukan secara lebih terpantau dan akuntabel.

Staf Ahli Bupati Kotabaru Khairil Fajri menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan bimtek yang dinilainya menjadi kesempatan penting bagi guru untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Baca juga: Kotabaru Regent signs addendum to memorandum of agreement on strategic projects in South Kalimantan

Ia menegaskan bahwa guru tidak hanya berperan sebagai tenaga pendidik, tetapi juga menjadi salah satu unsur penting dalam menopang kehidupan masyarakat di kecamatan dan desa.

“Selain mengajar, kawan-kawan guru ini adalah tulang punggung bagi kecamatan dan desa. Perjuangan mereka luar biasa,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi geografis Kotabaru yang terdiri atas wilayah daratan dan kepulauan menjadikan peningkatan kapasitas guru, termasuk dalam pemanfaatan teknologi digital, semakin penting.

Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius dan nantinya menerapkan pengetahuan yang diperoleh di satuan pendidikan masing-masing.
 



Pewarta: Ahmad Nurahsin Q
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026