Antrean kendaraan bermotor untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan, dalam dua hari terakhir, berjalan relatif lancar.

Kelancaran pengisian BBM seperti terlihat di SPBU Jalan A Yani Kilometer 6 Banjarmasin, demikian hasil pemantauan ANTARA, Sabtu.

Antrean untuk memperoleh BBM bersubsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Banjarmasin, tidak makan waktu terlalu lama sebagaimana beberapa hari sebelumnya yang selalu berjubel.

Sebagaimana penuturan Syamha, dirinya cuma makan waktu sekitar setengah jam mengantre untuk mendapatkan BBM bersubsidi di SPBU Jalan A Yani Km6 Banjarmasin, berbeda dengan beberapa hari sebelumnya harus menunggu giliran minimal dua jam.

Penuturan serupa dari Asan yang akrab disapa Utuh, seorang pemilik taksi angkutan penumpang umum, kalau beberapa hari lalu atau sebelum ada instruksi Gubernur Kalsel mengenai penertiban BBM, antre di SPBU bisa mencapai tiga jam lebih.

"Tapi dengan adanya instruksi Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin, akhirnya Pertamina mengatur dan menginstruksikan kepada semua SPBU di provinsi tersebut, untuk melakukan pembatasan pengisian, sehingga antrean agak lancar dan cepat," ujarnya.

Guna kelancaran dan tidak terlalu lama menunggu antrean, pengisian BBM di SPBU, baik berupa solar maupun premium bagi kendaraan bermotor roda empat atau sejenisnya, maksimal Rp100.000/sekali isi dan sepeda motor paling banyak Rp15.000/sekali isi.

Untuk pengawasan terhadap pembatasan pengisian BBM di SPBU tersebut mendapat bantuan pengamanan dari aparat kepolisian setempat, yang juga terkadang turut mengatur antrean guna ketertiban dan keamanan bersama.

Namun beberapa sopir mobil taksi angkutan penumpang umum jurusan Banjarmasin - hulu sungai Kalsel, berharap, pembatasan pengisian BBM tersebut ditingkatkan, bukan cuma Rp100.000.

Menurut Abdullah, sopir taksi Banjarmasin - Tanjung, ibukota Kabupaten Tabalong, untuk amannya atau tidak kehabisan BBM, memerlukan bensin minimal Rp200.000.

"Kalau cuma Rp100.000, BBM tersebut tidak cukup untuk pulang pergi (PP) bagi jurusan Banjarmasin - Tanjung, yang berjarak sekitar 236 kilometer," tuturnya.

"Masih untung, kalau di perjalanan SPBU selalu tersedia BBM, sehingga bisa mengisi tambahan. Tapi kalau SPBU yang ada di sepanjang jalan arah hulu sungai itu lagi kosong, bagaimana kami," demikian Abdullah./shn/C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026