PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng), kini "kehilangan" daya tenaga listrik 130 Mega Watt (MW).

Hal itu dikemukakan Manajer Transmisi & Distribusi PLN Kalselteng Sumaryadi, usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), di Banjarmasin, Jumat.

Hal itu disebabkan, pembangkit unit I dan II Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam di Kabupaten Tanah Laut Kalsel, dengan daya terpasang 2 X 65 MW, kini sedang mengalami gangguan.

"Oleh karenanya, dengan sangat terpaksa sebagian wilayah Kalselteng mengalami pemadaman aliran listrik dari PLN," tuturnya kepada wartawan yang tergabung dalam Juornalist Parliament Community (JPC) Kalsel, sembari minta ma'af kepada masyarakat.

"Sebab pembangkit unit III PLTU Asam-Asam (125 Km timur Banjarmasin), dengan kapastias terpasang 65 MW, yang peresmian pengoperasiannya, baru 19 April 2012, belum bisa maksimal beroperasi, yaitu cuma sekitar 30 persen," lanjutnya.

Namun dia menyatakan, pihaknya sedang mencari penyebab gangguan pada pembangkit unit I dan II PLTU Asam-Asam tersebut, dan belum bisa memastikan, kapan waktunya normal kembali.

Ia mengaku, PLN Kalselteng saat ini hanya memiliki daya sekitar 100 MW atau secara perhitungan cuma bisa memenuhi kebutuhan di Banjarmasin dan sebagian wilayah Kalsel.

"Seiring dengan gangguan pada pembangkit unit I dan II PLTU Asam-Asam, daya yang tersedia pada PLN Kalselteng saat ini hanya mengandalkan Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir Pangeran Moh Noor/Riam Kanan Kabupaten Banjar Kalsel," ungkapnya.

Selain itu, Pusat Listrik Tenaga Desel (PLTD) yang tersebar di Kalsel, baik milik PLN sendiri maupun yang berupa sewa dari swasta nasional, demikian Sumaryadi.

Sebagai dampak dari gangguan pembangkit unit I dan II PLTU Asam-Asam tersebut, penerangan listrik PLN di Gedung DPRD Kalsel yang sedang melaksanakan rapat paripurna, juga mengalami pemadaman, sehingga terpaksa menggunakan genset.

Mengenai listrik PLN tersebut, Wakil Gubernur Kalsel H Rudy Resnawan yang menghadiri rapat paripurna DPRD setempat, tidak memberikan banyak komentar. Namun dia berharap, dengan maksimalnya pengoperasian pembangkit unit III PLTU Asam-Asam, permasalahan ketenagalistrikan di Kalsel dapat teratasi.

"Kalau seperti sekarang, kita bisa maklum. Karena pembangkit unit III PLTU Asam-Asam belum maksimal pengoperasiannya, ditambah dengan kondisi pembangkit unit I dan II yang sudah semestinya dalam pemeliharaan," demikian Rudy Resnawan./shn/B

 




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026