Kelangkaan gas elpiji 3 kg di Kalsel bukan saja kali (belakangan) ini, tetapi beberapa kali yang jumlah tidak terhitung, dan bahkan hampir tiap tahun
Banjarmasin (Antaranews Kalsel) - Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhaimin menyatakan, lembaganya akan mengirim surat ke Pertamina pusat terkait persoalan gas LPG (elpiji) tabung isi tiga kilogram.


Pasalnya Pertamina daerah tampak kurang becus dalam penanganan atau antisipasi permasalahan kelangkaan elpiji 3 kg, terutama di Kalsel yang terdiri atas 13 kabupaten/kota dan kini berpenduduk lebih empat juta jiwa, ujarnya di Banjarmasin, Rabu.

Menurut anggota DPRD Kalsel empat periode dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu, kalau memang Pertamina daerah becus menangani permasalahan kelangkaan gas elpiji 3 kg, kejadian serupa tidak akan selalu terulang.

"Kelangkaan gas elpiji 3 kg di Kalsel bukan saja kali (belakangan) ini, tetapi beberapa kali yang jumlah tidak terhitung, dan bahkan hampir tiap tahun," tutur wakil rakyat bergelar sarjana hukum, magister hukum dan kenotariatan itu.

"Memang setiap terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kg, pihak Pertamina daerah beralasan gangguan pengiriman karena cuaca sehingga kedatangan kapal tanker terlambat," ujar wakil rakyat asal daerah pemilihan (dapil) Kalsel I/Kota Banjarmasin tersebut.

Semestinya, lanjut dia, kalau pengangkutan gas elpiji dari Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) tidak memungkinkan lewat laut karena faktor cuaca/gelombang besar, alternatif bisa jalan darat, apalagi masih satu daratan dengan Kalsel.

Persoalan gas elpiji 3 kg menjadi keluhan masyarakat Kalsel sejak lama, karena ketika langka harga jual di luar pangkalan melambung tinggi sampai Rp40.000/tabung seperti sering terjadi di Kabupaten Kotabaru serta daerah terpencil lainnya.

"Oleh karenanya setiap kali saya reses di `kota seribu sungai` Banjarmasin, masyarakat atau konstituen di ibukota Kalsel selalu mengeluhkan masalah gas elpiji 3 kg yang sering langka dan harga melambung," ujarnya.

"Kelangkaan gas elpiji 3 kg itu seharusnya tidak terjadi berulang-ulang. Apalagi masyarakat sekarang sudah banyak menggunakan ges elpiji sebagai bahan bakar keperluan dapur/rumah tangga," demikian Muhaimin.

Dari pantuan Antara Kalsel pada beberapa pangkalan termasuk Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Banjarmasin yang juga melayani penjualan gas elpiji 3 kg, Rabu (21-2-2018) siang puluhan warga masyarakat menunggu kedatangan bahan bakar tersebut.

Warga yang antri menunggu kedatangan/droping gas elpiji 3 kg itu rata-rata membawa satu-dua tabung menyerupai buah melon tersebut, seperti terlihat di SPBU Sabilal Muhtadin Banjarmasin.

Salah seorang dari warga mengaku datang ke SPBU sejak pukul 09.00 pagi untuk mendapatkan setabung gas elpiji 3 kgn karena jika membeli di eceran, selain harganya pun mahal dan terkadang tidak ada.


Pewarta: Syamsudin Hasan
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026