General Manager (GM) PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah, Yudhi Setio Wicaksono, menyatakan, pihaknya kini dalam status siaga guna mendukung pasokan listrik selama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2012.


"Seluruh jajaran PLN Wilayah Kalselteng menerapkan status siaga, terutama teknisi pembangkit dan distribusi pada 15 - 29 April 2012," tandasnya, usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kalimantan Selatan, di Banjarmasin, Senin.

"Kita sudah tetapkan status siaga hingga akhir April ini, untuk mendukung pasokan listrik selama pelaksanaan UN, sehingga tidak terjadi pemadaman aliran listrik," lanjutnya.

Oleh karenanya, GM PLN Kalselteng itu berjanji, mengusahakan semaksimal mungkin agar selama pelaksanaan UN 2012 tidak terjadi pemadaman aliran listrik.

Untuk itu pula, semua jajaran pembangkit, khususnya teknisi diminta selalu 'stand by' (siap siaga) agar bisa menjamin kehandalan pembangkit, dan mengatasi masalah yang timbul, yang berpotensi terjadi pemadaman aliran listrik.

"Dengan selalu stand by, sehingga kalau ada kerusakan, bisa segera diperbaiki agar pemadaman tidak berlangsung lama," lanjutnya kepada wartawan yang tergabung dalam Juornalist Parliament Community (JPC) Kalsel.

Mengenai pembangkit unit III Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam di Kabupaten Tanah Laut Kalsel, dia menyatakan, sumber daya kelistrikan tersebut sudah beroperasi dan masuk jaringan, namun belum maksimal.

"Pembangkit unit III PLTU Asam-Asam (125 Km timur Banjarmasin) dengan kapasitas terpasang 65 Mega watt (MW) itu, baru sekitar 20 - 30 persen yang sudah masuk jaringan," ungkapnya.

Ia menerangkan, untuk masuk jaringan secara maksimal bagi pembangkit unit III PLTU Asam-Asam itu memerlukan waktu, tak bisa sekaligus.

"Bagaikan ibarat mesin mobil atau sepeda motor, yang namanya baru itu, memerlukan masa percobaan, tidak bisa langsung dengan kecepatan tinggi serta beban yang terlalu berat. Begitu pula halnya pembangkit unit III PLTU Asam-Asam," demikian Yudhi./shn/C
 
                                   



Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026