Sementara inikan jumlah pasar tradisional yang dikelola pemerintah kota sekitar 62 pasar, tapi ini perlu dievaluasi lagi
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan akan melakukan perbaikan data jumlah pasar tradisional sebab ada ketidaksesuain data antara di lapangan dan aplikasi.

Menurut Kabid Peningkatan Sarana Distribusi dan Pasar Disperindag Kota Banjarmasin Ichrom M Tezar di Banjarmasin, Jumat, tahun ini program pihaknya yang sangat penting menyesuaikan data jumlah pasar tradisional yang dibawah pengelolaan pemerintah kota agar datannya valid.

"Sementara inikan jumlah pasar tradisional yang dikelola pemerintah kota sekitar 62 pasar, tapi ini perlu dievaluasi lagi," ujarnya.

Kenapa demikian, ujar dia, karena ada ada kawasan satu pasar yang ternyata banyak namanya, misalnya Pasar Baru Permai, ternyata ada pasar lantai dasar, pasar lantai satu, pasar lantai dua dan pasar miring.

"Nah inikan perlu dievaluasi, apakah perlu dirampingkan nama-namanya, atau cukup disebutnya satu nama pasar saja," paparnya.

Diungkapkannya, hal demikian juga terjadi pada pasar-pasar lainnya, misalnya Pasar Lama itu, antara yang didepan dengan yang dibelakang ternyata lan juga namanya, padahal satu lokasi saja.

Menurut Tezar, memperjelas jumlah pasar tradisional di daerah ini sangat penting, hingga program pemeliharaan dan revitalisasinya dapat dilakukan dengan baik.

"Demikain juga akan kita lakukan pemantauan kondisi pasar, baik kebersihannya dan sarananya, tentunya memerlukan data yang valid," paparnya.

Tezar menyebutkan, dari pemantauan pihaknya tentang kondisi pasar tradisional saat ini, sebagian besar sudah sangat baik, misalnya Pasar Tungging, kini terlihat bagus dan bersih, bahkan bisa dikatakan pasar tradisonal semi moderen.

"Pemerintah kota akan terus melakukan pembenahan pasar tradisonal ini setiap tahunnya, karena sebagai penopang perekonomian daerah, dan cukup besar juga memberikan PAD bagi pemerintah kota," terangnya.

Dia menyebutkan, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pasar ini sebesar Rp6,9 miliar pada 2018.

"Selama Januari 2018 tadi sudah dapat dikumpulkan retribusi pasar ini sebesar Rp623 juta, kita yakin bisa mencapai target Rp6,9 miliar tersebut, bahkan bisa lebih," pungkasnya.

Pewarta: Sukarli
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026