Sambungan baru layanan air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah dari Perusahaan Daerah Air Minum Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, bertambah menjadi 5.000 sambungan.
Semula sambungan untuk MBR pada 2012 hanya 2.500 sambungan tetapi karena tingginya minat warga, jumlah itu ditambah menjadi 5.000 sambungan, kata Direktur Utama PDAM Bandarmasih Ir Muslih kepada pers di Balai Kota Banjarmasin, Selasa.
Ia menyebutkan, layanan kepada MBR adalah program yang memperoleh bantuan dari Australia melalui Bank Pembangunan Asia (ADB). Program tersebut sudah dua tahun ini diterima PDAM Bandarmasih, pada 2011 sudah dipasang sebanyak 5.000 sambungan untuk MBR.
Tahap pertama 2011 tersebut sebanyak 3.500 sambungan kemudian diteruskan tahap kedua 1.500 sambungan sehingga tahun lalu menjadi 5.000 pelanggan MBR.
Untuk 2012 semula disetujui 2.500 sambungan baru, tetapi setelah melihat tingginya permintaan, pihak PDAM melobi pihak yang memberikan bantuan hingga berhasil dinaikkan menjadi 5.000 sambungan, kata Muslih.
Bila ternyata ada pertimbangan lain oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU), kemungkinan ada tambahan sambungan lagi.
"Kami berharap program ini terus berlanjut agar masyarakat miskin bisa mendapatkan layanan air bersih dari PDAM ,"katanya.
Ia menjelaskan, program ini membantu karena masyarakat hanya dikenakan Rp150 ribu, padahal biaya resmi PDAM dalam pemasangan baru bagi rumah tangga minimal Rp750 ribu.
Persyaratan, pendaftaran tidak boleh diwakilkan, rumah milik sendiri, membawa fotocopy KTP, tinggal di Banjarmasin, rekening listrik, dan rekening air tetangga terdekat.
Waktu pendaftaran mulai Rabu 27 Maret hingga 31 Maret, tapi kemudian diundur hingga 7 April 2012, dan pendaftaran tidak dipungut biaya, pelanggan MBR disyaratkan bersedia membayar rekening PDAM.
"Calon pelanggan akan disurvei oleh konsultan pihak pemberi bantuan dalam hal ini AUSAID (Australia), bila termasuk MBR maka akan diberikan fasilitas tersebut," kata Muslih./D/D
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.