Tak terasa Kabupaten Tanah Bumbu di Provinsi Kalimantan Selatan pada 8 April kemarin telah berusia sembilan tahun.
Sebagai daerah otonomi baru, selama kurun waktu sembilan tahun itu telah banyak perubahan yang terjadi di "Bumi Bersujud".
Di bawah kepemimpinan Bupati H Mardani H Maming dan Wakil Bupati H Difriadi Darjat, berbagai upaya dan langkah pembangunan konstruktif dalam rangka untuk memajukan dan meningkatkan kualitas dan kuantitas kesejahteraan masyarakat telah dilakukan.
Meski baru satu tahun, 6 bulan, delapan hari, kepemimpinan Mardani - Difri yang dilantik pada 20 September 2010 Tanah Bumbu telah banyak mengalami kemajuan pembangunan yang bisa dirasakan oleh masyarakat secara langsung.
Hal itu tampak dari pembangunan daerah yang dilaksanakan dengan mengedepankan efisiensi program-program strategis pembangunan daerah yang mempunyai akses langsung kepada masyarakat khususnya yang ada di wilayah perdesaan.
Setidaknya hal ini dapat dilihat dari visi dan misi daerah yang hendak dicapai pasangan bupati dan wabup Tanah Bumbu yang pada pemilukada lalu lebih dikenal dengan pasangan 2 D atau DD ini.
Karenanya pula, untuk lebih membumikan target capaian program strategis yang akan direalisasikan pasangan DD inilah yang kemudian visi dan misi yang ditawarkan pada masa kampanye lalu itu direfleksikan dalam visi dan misi kepemimpinan DD selama kurun waktu lima tahun mendatang.
Pasangan bupati Mardani H Maming dan Wabup Difriadi Darjat mencanangkan program unggulan dengan objek sentral pada sektor pendidikan, infratsruktur dan sektor kesehatan masyarakat dengan fokus masyarakat kurang mampu.
Bagaimana pasangan DD memaknai refleksi kemajuan yang hendak ditorehkan di Bumi Bersujud dalam masa lima tahun kepemimpinan lima tahun mendatang.
Pasangan 2D komitmen, pembangunan akan berjalan dengan pesat apabila pembangunan sumber daya manusia mendapatkan prioritas dalam pembangunan.
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Maming-Difri membuat terobosan baru dengan mengalokasikan dana untuk sektor pendidikan sebesar Rp212,49 miliar atau sekitar 25 persen dari APBD Tanah Bumbu 2012 sebesar Rp818,82 miliar.
Dalam menghadapi kompetisi yang makin ketat ini, putera daerah harus mampu menyiapkan diri untuk mampu bersaing dan bisa mengaktualisasikan diri.
Untuk mendukung putera daerah mendapatkan pendidikan yang lebih baik, Pemkab Tanah Bumbu mengalokasikan dana sekitar 25 persen dari APBD 2012.
"Pendidikan adalah kebutuhan krusial dan urgen bagi peningkatan SDM kita ke depan", jelas Mardani.
Menurut Bupati, pemerintah daerah secara berkesinambungan akan terus mendorong upaya konstruktif berupa menempatkan anggaran pendidikan secara proporsional, sehingga harapan pemerintah daerah ke depan SDM Tanah Bumbu mampu berkompetisi pada era globalisasi.
Terlebih, lanjut dia, saat ini iklim investasi di Tanah Bumbu terus menggeliat dengan semakin banyaknya perusahaan-perusahaan besar yang berinvestasi di Bumi Bersujud.
Maka peluang kerja akan makib besar, dan putera daerah harus menyiapkan diri untuk bisa bersaing.
Pendidikan adalah kebutuhan urgen yang harus mendapatkan perhatian serius dari eksekutif dan legislatif.
Untuk memajukan dunia pendidikan di bumi Bersujud, pemerintah daerah melakukan terobosan konstruktif dengan mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 25 persen lebih pada APBD 2012.
Proyeksi ini didasarkan pada pemahaman bersama bahwa sektor pendidikan adalah pilar utama dari kemajuan daerah, selain tentu saja pilar pendukung lainnya.
Namun tanpa pembangunan sektor pendidikan yang baik sebuah daerah akan sulit melakukan pembangunan.
Dengan pembangunan sektor pendidikan yang baik dan terencana yang salah satunya adanya dukungan pendanaan, daerah telah memproyeksikan sebuah visi strategis yang diarahkan bagi pembangunan SDM daerah sebagai pendorong pembangunan.
Penempatan program strategis bidang pendidikan ini juga merupakan bagian penting di mana sesuai dengan komitmen pemerintah daerah yang terangkum dalam visi misi pembangunan Tanbu lima tahun mendatang, pendidikan menjadi salah satu skala prioritas perhatian pemerintah daerah.
Melalui pembangunan bidang pendidikan pula, Pemkab Tanah Bumbu juga telah pula meningkatkan anggaran beasiswa bagi para santri berprestasi yang akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi, seperti di Hadrotul Maud, Yaman.
Anggaran beasiswa para santri berprestasi pada 2011 yang lalu hanya berjumlah Rp250 juta, untuk lima orang santri berprestasi.
Pada 2012 ditingkatkan menjadi Rp500 juta untuk 10 orang santri. Sebagai daerah otonom baru di Kalimantan Selatan, di usianya yang ke-9 Tanah Bumbu telah banyak membawa perubahan bagi wajah pembangunan Bumi Bersujud.
Salah satu komitmen dari Bupati Mardani H Maming dan Wabup Difriadi Darjat yakni terbenahinya semua lini pelayanan publik.
Semangat dan komitmen inilah yang kemudian mendorongnya untuk membenahi berbagai lini kinerja jajarannya agar bisa melakukan berbagai perubahan mendasar, baik menyangkut perubahan kinerja personil maupun perubahan pola pelayanan kepada masyarakat.
Perubahan secara bersama-sama ini tidak lain diproyeksikan bagi upaya bersama dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas kinerja jajaran Pemkab Tanah Bumbu dalam rangka mewujudkan opini pembangunan daerah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Tiga tahun ke depan, Kabupaten Tanah Bumbu diharapkan telah mampu merampungkan persoalan insfrastruktur jalan di wilayah tersebut. Komitmen pemerintah daerah ini tidak lain dalam rangka menjawab persoalan atau aspirasi yang berkembang di masyarakat.
Di mana masyarakat berharap masalah jalan khususnya ruas-ruas penting baik yang ada di pusat kota maupun di wilayah kecamatan yang kondisinya memprihatinkan dan diantaranya tidak layak untuk dilalui dapat direhabilitasi dan ditingkatkan kualitasnya sehingga memudahkan masyarakat dalam melakukan aktifitasnya.
Komitmen itu menurut Bupati, merupakan salah satu misi yang diemban pemerintahannya dalam membangun Bumi Bersujud seperti yang diharapkan masyarakat.
Saat ini hampir di semua titik ruas jalan lingkungan sudah ditingkatkan kualitasnya.
Mulai dengan pengaspalan hingga perbaikan kualitas jalan permukiman penduduk dengan tekhnik pengecoran.
Langkah peningkatan pelayanan bidang fisik sarana dan prasarana ini terus didorong peningkatan kualitasnya tidak lain agar mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan rakyat Tanbu khususnya yang ada di wilayah perdesaan.
Program strategis terkait pembangunan dan peningkatan kualitas ruas jalan baik jalan lingkungan di pusat kota maupun ruas-ruas penting di wilayah kecamatan itu tidak lain terproyeksikan bagi peningkatan kualitas dan kuantitas kesejahteraam masyarakat.
Untuk mendorong tercapainya target itu, pada APBD 2012 Tanah Bumbu mengalokasikan dana untuk pembangunan jalan sekitar Rp105 miliar.
Pagu anggaran tersebut, saat ini yang sedang dalam proses lelang melalui E-proc senilai Rp99,6 miliar, yang dimulai pada awal Pebruari 2012.
Caesar Gratis Dalam peningkatan kualitas pelayanan bidang kesehatan kepada masyarakat dari keluarga kurang mampu, Dinas Kesehatan mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 Miliar untuk membiayai operasi caesar gratis bagi ibu.
Program tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pelayanan bidang kesehatan masyarakat kurang mampu dengan objek pelayanan ibu hamil.
Program caesar gratis bisa menjadi solusi bagi keluarga kurang mampu ketika harus menjalani operasi caesar namun dihadapkan pada masalah ketiadaan dana.
Pemerintah daerah sangat menyadari, salah satu problem pemicu dari kasus tingginya kematian ibu atau anak saat persalinan dikarenakan adanya kondisi ketidakwajaran kandungan ibu hamil.
Maka salah satu solusi penanganan masalah secara medis adalah dengan jalan operasi caesar.
Dengan fakta itulah, khususnya kasus yang terjadi pada ibu hamil dari keluarga kurang mampu, pemerintah daerah memandang sangat perlu menganggarkan alokasi dana pelayanan masyarakat bidang kesehatan dengan objek layanan operasi caesar.
Untuk memenuhi kebutuhan layanan caesar gratis tersebut, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan menaikkan dana alokasi dari 2011 sebesar Rp1,8 Miliar menjadi Rp3 Miliar pada 2012. Pada 2011, anggaran Rp1,8 Miliar terserap sebesar Rp1,580 miliar.
Sedangkan pada tahun 2012 ini, hingga Pebruari lalu telah terserap anggaran senilai Rp166 juta lebih untuk membiayai operasi caesar sebanyak 38 ibu hamil dari keluarga kurang mampu.
Dari angka realisasi yang ada itu menurut bupati, menunjukkan angka permintaan layanan yang signifikan.
Data ini sekaligus membuktikan, bahwa program operasi cesar gratis yang berjalan baru satu tahun itu telah mendapat respon positif di masyarakat.
Dalam konteks pembangunan daerah bidang kesehatan, pada 2012 Tanah Bumbu juga meningkatkan program pelayanan kesehatan bagi warga masyarakat kurang mampu tersebut melalui kegiatan bhakti sosial berupa pelaksanaan operasi katarak, layanan keluarga berencanan (KB), pengobatan gigi, dan operasi bibir sumbing bagi warga kurang mampu.
Sedikitnya telah tercatat sebanyak 496 warga pasien penderita katarak, 55 warga penderita bibir sumbing, 50 warga akseptor KB, dan 50 warga penderita gigi.
Dari jumlah itu menunjukkan bahwa warga kurang mampu yang membutuhkan bantuan pelayanan kesehatan secara gratis di Tanbu relatif masih tinggi, sehingga perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Di bidang perekonomian, untuk mensejahterakan petani Pemkab Tanah Bumbu bekerja sama dengan PT Nusantara Batulicin dengan PT Perkebunan Nusantara XIII membangun pabrik pengolahan karet di Desa Karang Bintang Kecamatan Karang Bintang.
Pembangunan pabrik pengolahan karet itu tidak lain merupakan langkah serius yang dilakukan pemerintah daerah dalam rangka mengupayakan peningkatan kesejahteraan petani karet yang ada di Bumi Bersujud khususnya yang ada di Kecamatan Karang Bintang, Kusan Hulu dan Mantewe serta sejumlah wilayah kecamatan lainnya yang memiliki sentra pengembangan perkebunan karet.
Dengan dibangunnya pabrik pengolahan karet ini, pemerintah daerah berkomitmen untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi masyarakat Kecamatan Karang Bintang melalui pengembangan sektor perkebunan karet yang dikelola oleh masyarakat setempat.
Ke depannya, lanjut Bupati, keberadaan pabrik pengolahan karet yang dibangun PT Nusantara Batulicin bekerjasama dengan PT. Perkebunan Nusantara XIII Karang Bintang di Kecamatan Karang Bintang diharapkan mampu memberikan dampak ganda bagi daerah.
Bagi petani, keberadaan pabrik pengolahan karet ini akan menjadi pendorong peningkatan kualitas kesejahteraan petani karena petani tidak lagi terbebani tingginya biaya angkut dan pengiriman produksi karet mereka dari para pengepul ke Banjarmasin.
Dampak lain dengan pabrik tersebut membuka kesempatan atau lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Sedangkan bagi pemerintah daerah, terbangunnya pabrik pengolahan karet alam ini akan berdampak pada meningkatnya PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari sektor industri pengolahan karet lokal.
Di samping itu memberikan kontribusi pada upaya pemerintah daerah dalam rangka menekan angka pengangguran di Kecamatan Karang Bintang karena terbukanya lapangan pekerjaan baru bagi warga setempat.
Selain itu, pembangunan pabrik pengolahan karet itu merupakan salah satu langkah strategis yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk memproyeksikan Tanbu sebagai sentra produksi dan industri karet di Kalsel.
Melalui kerja sama itu, kepemilikan saham PT. Nusantara Batulicin sebesar 49 persen sedangkan PTPN XIII sebesar 51 persen, dan nanti pada perkembangannya PT. Nusantara Batulicin mampu berkembang dan bisa menggarap industri turunan lainnya dari komoditas karet.C/C
Pewarta: Yanto dan Imam Hanafi Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.