"Pencanganan OBIT oleh pemerintah dilakukan Februari hingga Desember 2010 dan hingga kini bibit tanaman yang telah kita tanam 500.000," ujarnya di Paringin ibu kota Balangan, Jumat.
Masih dalam rangkaian kegiatan OBIT, Dishutnakan Balangan tengah menyiapkan 30.000 bibit kayu Trambesi yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat untuk ditanam.
Sedang saat pelaksanaan Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Pohon Nasional yang dicanangkan pemerintah pada Desember mendatang telah disiapkan 1.500 bibit terdiri atas jenis glodokan tiang dan bunga tanjung.
"Sebenarnya masih ada lagi bibit bantuan dari Balai Pembibitan Tanaman Hutan (BPTH) Kalsel namun jumlahnya belum diketahui," katanya.
Bibit tanaman bantuan dari BPTH Kalsel tersebut adalah jenis tanaman buah yaitu sukun yang gerakan penanamannya akan melibatkan kelompok PKK.
Saat ini telah dilakukan persiapan untuk peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam pohon Nasional meliputi ketersediaan bibit tanaman dan rencana lokasi.
"Lokasi untuk acara penanaman rencananya di Desa Gambah, Kecamatan Paringin Selatan dan dilaksanakan bupati," tambahnya.
Dishutbun Balangan juga tengah melakukan koordinasi dengan instansi pemerintah lainnya dan pihak swasta agar dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Ditargetkan, sebelum 10 Desember mendatang kegiatan tersebut sudah dapat dilaksanakan.
OBIT sendiri merupakan rangkaian program pemerintah pusat saat mencanangkan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional pada 28 November 2008.
Pada 2009 telah dilaksanakan kegiatan "Satu Orang Satu Pohon" atau OMOT.
Melalui gerakan tersebut diharapkan dapat dicapai pemeliharaan pohon yang berkelanjutan dalam rangka mengurangi pemanasan global serta pencapaian pembangunan Indonesai yang bersih.
Kegiatan OBIT dilakukan dengan sasaran menjadikan setiap bentangan lahan menjadi hijau baik yang berada di dalam maupun di luar kawasan hutan.
Melalui cara itu diharapkan mampu memberikan fungsi perlindungan, estetika, hasil ekonomi dan berfungsi pula sebagai penyerapan karbon.*4*
: Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.