Saat ini, kita sedang fokus mempercepat realiasasi target-target pembangunan daerah sebagaimana terdokumen RPJMD 2016-2021Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mempercepat penyerapan dana APBD untuk mendorong laju pertumbuhan pembangunan dan ekonomi daerah.
Menurut Gubernur di Banjarbaru Jumat, seluruh SKPD harus lebih fokus terhadap pencapaian kinerja sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021.
"Saat ini, kita sedang fokus mempercepat realiasasi target-target pembangunan daerah sebagaimana terdokumen RPJMD 2016-2021," katanya.
Upaya mempercepat target pembangunan tersebut, antara lain dengan penyerahan Daftar Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) 2018 secara tepat waktu.
Gubernur berharap, dengan diserahkannya DPA SKPD Kalsel Tahun Anggaran 2018, dapat mempercepat penyerapan anggaran dan hasil-hasil dari pembangunan dapat lebih cepat dirasakan masayrakat.
"Dengan penyerahan DPA SKPD ini, diharapkan pembangunan berjalan lebih baik sehingga pelayanan kepada masyarakat juga lebih prima dan manfaat dari APBD akan segera dapat dirasakan masyarakat," katanya.
Menurut Gubernur, APBD Kalsel Tahun Anggaran 2018 telah lebih awal ditetapkan melalui Perda Nomor 15 tahun 2017 tentang Anggaran dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018.
"Penyerahan DPA SKPD lebih awal sebagai cerminan komitmen kita bersama agar proses pembangunan bisa disegerakan," katanya.
Selain, itu pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan lebih cepat, baik itu program pembangunan fisik maupun nonfisik.
Penyerapan anggaran, tambah Gubernur, sangat penting apalagi pada tahun 2018 adalah tahun ketiga dari proses RPJMD 2016-2021.
"Jika kita lambat dalam merealisasikan anggaran maka hasilnya tidak akan maksimal . Oleh karena itu kepada Kepala SKPD dan jajaran, saya minta bekerja lebih fokus dalam melaksanakan tugas-tugasnya," katanya.
Setiap SKPD wajib memperhatikan proses, jadwal, mekanisme, siklus perencanaan penganggaran yang tepat waktu, memastikan pelaksanaan program kegiatan sesuai kaidah ketentuan yang berlaku.
Realisasi pembangunan, juga harus Sesuai dengan jadwal yang direncanakan dan selalu dilakukan pengawasan secara bertahap, evaluasi atas pencapaian sasaran kegiatan. Sebagaimana di ketahui, belanja dalam APBD Kalsel tahun anggaran 2018 lebih dari Rp6.089 triliun . Jumlah ini meningkat lebih dari Rp500 miliar atau naik 10,7 persen dari APBD Tahun Anggaran 2017, sekitar dari Rp5,5 triliun.
Pertambahan APBD ini diharapkan mampu mendorong agar masyarakat bisa lebih hidup sejahtera juga dapatkan pelayanan yang terbaik terutama dalam kebutuhan dasar seperti kesehatan dan pendidikan.
"Angka Rp6.089 triliun yang terdapat APBD Kalsel Tahun Anggaran 2018 bukan jumlah yang sedikit . Di sana kita meletakan harapan agar penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan terhadap masyarakat bisa lebih maksimal lagi," katanya.
Pewarta: Ulul MaskuriahEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.