Martapura, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Banjar melaksanakan rapat kordinasi antisipasi mitigasi dan kesiapsiagaan menghdapi bencana banjir, angin puting beliung dan tanah longsor di Kabupaten Banjar, bertempat di Aula Barakat, Martapura, Rabu.

"saya minta petugas penangulangan bencana harus siap kelengkapan peralatan yang berkaitan dengan bencana, dan petugas yang berada disekitar bencana harus segera ketempat kejadian tampa menunggu perintah,” kata Sekda Banjar Nasrunsya mewakili Bupati Banjar H Khalilurrahman.

Nasrunsyah meminta kepada pihak terkait dalam penanggulangan bencana, agar kelengkapan peralatan yang berkaitan dengan bencana harus stanbay dan waspada adanya bencana, juga kepada warga, terutama masyarakat yang bertempat tinggal di sepanjang bantaran sungai Martapura harus waspada.

Kewaspadaan harus ditingkatkan untuk daerah rawan yang sering terjadi banjir, daerah pengaron, mataraman dan sungai tabuk,” sambung H NasrunsyaH pada saat memberikan sambutannya.


Sementara, Plh Kasie Datin Stasiun Klimatologi BMKG Kalsel, Wiji Cahyadi, BMKG memprediksi puncak curah hujan terjadi sepanjang Januari 2018, dengan curah hujan tinggi 200 mm-500 mm.

"Banjir Bandang meliputi Kecamatan Astambul Mataraman, Simpang Empat, Pengaron, Paramasan, Sungai Pinang dan Telaga Bauntung. Banjir bandang ini datangnya tiba-tiba," ujar Wiji

Dijelaskan Martapura punya ciri khas sungai yang harus di antisipasi, sungai riam kiwa dan sungai riam kanan. Riam kiwa bila terjadi banjir tidak terkendali air bisa meluap, diakibtkan banyaknya gunung sudah gundul.

Dihadiri oleh, Plt Dinas BPBD Kab Banjar I Gusti Nyoman Yudiana, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Bencana BPBD Kalsel, Syahrudin, dan Plh Kasie Datin Stasiun Klimatologi BMKG Kalsel, Wiji Cahyadi, SKPD Lingkup Pemkab Banjar Danramil dan sejumlah Kapolsek di daerah titik rawan bencana  dan Organisasi Relawan Kebencanaan./f

Pewarta: Yose Rizal
Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026