PT Pertamina Retail Kalimantan Selatan dan Tengah menyatakan hingga saat ini belum menemukan tabung gas elpiji ilegal di dua provinsi bertetangga tersebut.
 Hal itu dikemukakan Sale Area Manager BBM Retail Kalselteng Asep Wicaksono Hadi, usai menemui demo massa yang menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), di DPRD Kalsel, Kamis.
 "Namun kalau ada yang menemukan tabung gas elpiji ilegal agar segera melaporkan kepada pihak berwajib atau langsung kepada kami," tandasnya, didampingi Ketua DPRD Kalsel Nasib Alamsyah.
Pasalnya tambung gas ilegal seperti contoh yang terdapat di kantor Pertamina Banjarmasin, tidak standar, sehingga bisa berisiko tinggi terhadap pemakai.
Karena tidak standar, maka tabung gas ilegal tersebut dikhawatirkan bisa meledak, lanjutnya menjawab wartawan yang tergabung dalam Juornalist Parliament Community (JPC) Kalsel.
"Masih banyak risiko lain yang mungkin timbul karena tabung gasnya yang tidak standar," tuturnya tanpa merinci, kecuali meminta konsumen agar lebih berhati-hati dalam memilih dan menggunakan tabung gas.
 Terhadap sinyalemen beredarnya tabung gas ilegal, dia menyatakan, pihak Pertamina bekerjasama dengan instansi terkait akan terus melakukan pemantauan dan penindakan.
 "Begitu pula, masyarakat pun diminta agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap kemungkinan beredarnya tabung gas ilegal, guna keselamatan bersama," demikian Asep.
Sementara itu, Ketua DPRD Kalsel berharap, sosialisasi konversi minyak tanah ke gas elpiji agar terus menerus, sehingga masyarakat konsumen memahami betul penggunaan bahan bakar selain minyak tersebut.
 Begitu pula yang berkaitan dengan alat regulator tabung gas hendaknya lebih dimasyarakatkan agar jangan terpakai/terbeli yang tidak standar, demikian Nasib Alamsyah./shn/DÂ
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.