Rencana kenaikan bahan bakar minyak pada awal April 2012 belum berpengaruh terhadap kenaikan harga atau nilai proyek pembangunan di Kalimantan Selatan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Arsyadi di Banjarmasin, Rabu, mengatakan, selama ini bahan bakar minyak (BBM) baik solar maupun premium yang dimanfaatkan untuk keperluan pendukung proyek pembangunan, memanfaatkan BBM industri.
 Dengan demikian, kata dia, BBM untuk transportasi pengangkutan bahan baku pembangunan, tidak akan terpengaruh dengan kenaikan BBM bersubsidi, karena BBM proyek harganya sudah tinggi terlebih dahulu.
Hanya saja, kata dia, tidak menutup kemungkinan dengan kenaikan BBM tersebut akan diikuti dengan kenaikan harga bahan bangunan mulai semen, pasir, paku dan lainnya.
 Bila hal itu terjadi, kata dia, maka biasanya akan ada dua kebijakan yang bisa diambil, yaitu melakukan penyesuaian nilai proyek sesuai dengan masing-masing kenaikan harga bahan baku atau pembangunan diselesaikan dengan nilai dana yang ada.
"Secara teknis kita belum mendapatkan instruksi dari pemerintah pusat, tetapi hingga kini belum ada pengaruh terhadap rencana pembangunan di Kalsel," katanya.
Pada 2012, kata Arsyadi, Kalsel mendapatkan dana untuk pembangunan dari dana APBN sebesar Rp450 miliar dan dari APBD sebesar Rp100 miliar.
Dana tersebut selain dimanfaatkan untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional sepanjang 867 kilometer dan 832 kilometer jalan provinsi juga untuk pelaksanaan proyek pembangunan lainnya.
Tentang rencana pembangunan jalan layang, saat ini sedang dalam tahap lelang, sehingga tidak akan terpengaruh dengan kenaikan BBM, kontraktor tinggal menyesuaikan antara biaya yang ada saat ini dengan setelah kenaikan BBM.
 "Kalau dana untuk pembangunan jalan layang tersebut telah disiapkan sebesar Rp60 miliar, kini tinggal menunggu hasil lelang untuk dimulai pembangunannya," katanya.
Beberapa proyek besar di Kalsel yang kini sedang dalam proses pengerjaan baik melalui dana APBD maupun APBN selain untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan antara lain, pembangunan gedung dinas dan badan Pemprov Kalsel di Banjarbaru.
Selain itu, juga pembangunan irigasi baik itu irigasi Amandit, Batangalai, Polder Alabio dan beberapa proyek pembangunan lainnya.
"Tidak menutup kemungkinan proyek-proyek yang sedang berjalan tersebut juga akan mengalami penyesuaian biaya pembangunan setelah kenaikan BBM," katanya./B/DÂ
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.