Ketua DPRD Kalimantan Selatan Nasib Alamsyah menyatakan, pihaknya akan menggalang kekuatan dari empat provinsi se-Kalimantan dalam memperjuangkan pembangunan daerah dan masyarakat setempat.
"Upaya penggalangan kekuatan itu melalui Rapat Koordinasi (Rakor) DPRD tingkat provinsi se-Kalimantan di Banjarmasin yang dijadwalkan 25-26 April 2012," ujarnya di hadapan demo massa menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Rabu.
Ia menerangkan, dalam Rakor yang berlangsung selama dua hari di "kota seribu sungai" Banjarmasin akan membahas berbagai permasalahan serta solusi terbaik, untuk memacu laju pembangunan serta keberhasilannya.
"Beberapa permasalahan yang ada di empat provinsi se Kalimantan hampir sama dan memerlukan kebersamaan dalam memperjuangkan, seperti masalah listrik yang penanganannya sampai saat ini belum tuntas dan banyak mengecewakan masyarakat," tandasnya.
Selain itu, masalah royalti tambang batu bara yang terkesan masih kurang berkeadilan, seperti daerah penghasil hanya mendapatkan bagian kecil atau sekitar 5,5 persen dari 13,5 persen.
"Dengan 5,5 persen itu, jangankan untuk membiayai peningkatan pembangunan, untuk merehabilitasi lahan yang rusak karena aktivitas pertambangan tersebut, juga masih tidak cukup," lanjut mantan Komandan Korem Bone Sulawesi Selatan itu.
Oleh karena itu, lanjut politisi senior Partai Golkar tersebut, untuk menuntut keadilan terhadap pemerintah pusat, perlu kekuatan khusus dengan menggalang kebersamaan dari empat provinsi se Kalimantan. "Sebab kalau cuma perjuang per provinsi, kurang didengar pemerintah pusat.
Tapi kalau empat provinsi se Kalimantan secara bersama-sama dan menggalang kekuatan yang penuh, mungkin pemerintah pusat pikir-pikir untuk tidak mengabulkan," lanjutnya.
Untuk menghimpun pemikiran dan kekuatan tersebut, dalam Rakor DPRD tingkat provinsi se Kalimantan itu juga akan mengundang semua anggota DPR-RI dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal daerah pemilihan (dapil) masing-masing.
Selain itu, tokoh-tokoh masyarakat dari empat provinsi se Kalimantan, baik yang berada di Jakarta/pusat maupun provinsi setempat dan tinggal di daerah lain.
"Hasil Rakor tersebut akan kita sampaikan kepada pemerintah pusat sebagai aspirasi rakyat dari empat provinsi se Kalimantan agar menjadi perhatian dan ditindaklanjuti," demikian Nasib Alamsyah.
Sambil mendengarkan keterangan Ketua DPRD Kalsel itu, diantara massa pendemo menerikan "Kalimantan Merdeka".
Namun pensiunan perwira menengah TNI-AD itu menepis teriakan tersebut, dengan menyatakan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap menjadi pilihan.
Demo massa itu dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terdiri Laskar Merah Putih, Peduli Untuk Korupsi dan Lingkungan (Pukol) serta para tukang ojek, serta Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)./shn/DÂ
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.