Anggota Komisi Iv DPR-RI, Habib Nabiel Fuad Almusawa dari Partai Keadilan Sejahtera, berpendapat, bertani dan melaut tidak lagi menjanjikan keuntungan.
Pendapat anggota Komisi IV DPR yang juga membidangi pertanian itu, dalam siaran persnya, Selasa, sehubungan dengan rencana pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Menurut anggota DPR asal daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Selatan (Kalsel) itu, kenaikan harga BBM akan memaksa petani dan nelayan menganggur.
Bahkan menurut wakil rakyat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, kenaikan harga BBM akan membuat petani dan nelayan semakin sengsara.
"Karena dengan harga BBM yang sekarang saja, harga produk pertanian lokal kalah bersaing dengan produk impor, karena mahalnya biaya transportasi," ujarnya.
"Salah satu komponen biaya transportasi adalah BBM. Bila harga BBM naik, maka pasti biaya transportasi akan naik juga, yang berdampak pada produk pertanian lokal akan semakin sulit bersaing," lanjutnya.
Sementara konsumen, lanjut alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) Jawa Barat (Jabar) itu, tentu lebih memilih produk impor karena harganya yang lebih murah.
"Keadaan tersebut membuat produk lokal menjadi sulit dijual. Petani tentu terpukul, sebab jerih payahnya sia-sia karena hasil panennya tidak laku," lanjutnya. Begitu pula dengan nelayan yang dalam operasionalnya menggunakan perahu atau kapal motor, sekitar 50 - 70 persen biaya operasional nelayan habis untuk bahan bakar.
 "Jadi bila harga BBM naik, pasti biaya operasionalnya juga akan naik. Sementara di sisi lain, tidak mudah menaikan harga ikan karena daya beli masyarakat juga rendah sebagai dampak kenaikan harga BBM," demikian Habib Nabiel./shn/DÂ
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.