Harga berbagai barang dagangan di pasar Banjarmasin dan sekitarnya mulai naik mendahului rencana kenaikan harga bahan bakar minyak.
Ikan basah/segar di pusat perbelanjaan Sentera Antasari Banjarmasin, harganya naik berkisar 10 persen - 20 persen. Harga ikan peda, sebelumnya Rp25.000/kg naik menjadi Rp30.000/Kg.
Begitu pula ikan air tawar, seperti gabus (haruan) untuk ukuran besar (satu kilogram/ekor), kini mencapai Rp70.000/Kg, yang sebelumnya Rp60.000/Kg. Ketika ditanya, Minah (27), seorang pedagang ikan basah di Sentera Antasari, tidak bisa memberi jawaban secara pasti atas kenaikan harga ikan laut.
Namun ibu dari dua anak itu memperkirakan, mahalnya harga ikan laut, mungkin karena sulit melaut yang disebabkan musim angin kencang dan gelombang besar.
Selain itu, karena kesulitan mendapatkan bahan bakar, baik untuk melaut menangkap ikan maupun transportasi mengangkut hasil tangkapan, ujarnya. Seorang ibu rumah tangga, Nurul (58), menyatakan, dirinya terpaksa membeli ikan, walau dengan harga mahal, untuk keperluan keluarga.
"Sebab kalau terlalu banyak atau sering memakan daging ayam ras, khawatir juga terhadap gangguan kesehatan, yang mungkin bisa berdampak terhadap asam urat," katanya.
"Demikian pula, kalau terlalu sering makan daging, khawatir bisa berdampak pada tekanan darah menjadi naik," lanjut ibu dari dua anak tersebut.
Ia memperkirakan, berbagai harga barang kebutuhan pokok akan terus menaik, seiring naiknya harga bahan bakar minyak (BBM), yang kenaikannya dirancang 30 persen lebih.
"Kenapa saya katakan 30 persen lebih? Karena harga premium bersubsidi sekarang Rp4.500/liter akan dinaikan sebesar Rp1.500 hingga menjadi Rp6.000/liter," demikian Nurul./shn/C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.