Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan H Rachmadi Kurdi mengatakan pemerintah akan lebih serius menangani sektor kehutanan di provinsi yang luasnya mencapai 37.000 kilometer persegi mencakup 13 kabupaten dan kota.

"Yang menjadi fokus perhatian dalam penanganan kehutanan di Provinsi Kalimantan Selatan antara lain masalah hutan tanaman industri (HTI)," katanya di Banjarmasin, Kamis.

Rachmadi, mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup yang baru menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan Kalsel ini mengatakan selain HTI, pihaknya juga akan serius menangani taman hutan rakyat (tahura) Sultan Adam yang berada di wilayah yakni Kabupaten Banjar dan Tanah Laut.

 "Kalau HTI untuk menghutankan kembali (reboisasi) kawasan hutan yang sudah banyak ditebang atau dirambah, sedangkan penanganan tahura Sultan Adam untuk mempertahankan multifungsi seperti sebagai hutan wisata dan pendidikan," katanya. Selain itu, sebagai kawasan tangkapan air, pengendali banjir serta menjaga debit air Waduk Riam Kanan di Kabupaten Banjar yang menjadi pusat pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Pangeran Mohammad Noor.

Selain untuk PLTA tersebut, Waduk Riam Kanan itu juga berfungsi sebagai sumber air baku bagi PDAM, serta air bersih konsumsi masyarakat.

"Masih banyak fungsi lain dari HTI serta tahura Sultan Adam, terlebih kalau dikaitkan dengan lingkungan hidup," katanya. Data Dishut Kalsel menunjukkan terdapat sekitar 700.000 hektare lahan kritis di kawasan hutan provinsi yang memerlukan perhatian dan penanganan bersama./shn/C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026