Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasin, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan menanam seribu pohon untuk menghijaukan dan melestarikan kawasan resapan air.

Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Muslih kepada wartawan di Banjarmasin, Kamis menyebutkan seribu pohon yang ditanam tersebut terdiri atas Mahoni 800 pohon, angsana 100 pohon, dan Matoa sebanyak 100 pohon.

Penanaman dilakukan di areal satu hektare, di kawasan resapan air Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam wilayah Banjarbaru. Hal ini diharapkan memancing pihak lain untuk juga melakukan hal serupa agar lingkungan wilayah ini terpelihara.

Ia menyebutkan belakangan ini terjadi krisis lingkungan yang telah memberikan pengaruh besar terhadap sumber air baku di daerah ini. Untuk itu, patutlah semua pihak peduli dengan pelestarian lingkungan dan sumber daya alam lainnya untuk mengatasi berbagai krisisi alam.

Sebagian besar masyarakat setempat, ujarnya, bergantung ketersediaan air bersih PDAM Banjarmasin ini, karena itu perlu pelestarian lingkungan agar ketersediaan air baku untuk PDAM dan masyarakat selalu cukup.

 Melalui rangkaian HUT PDAM yang ke 39 tahun, PDAM melakukan gerakan "GO Green" melalui rehabilitasi dan penghijauan lahan krisis.

 Gerakan ini bertujuan untuk menjaga dan sebagai upaya mengurangi krisis lingkungan, dimana sejauh ini mulai mempengaruhi ketersediaan air baku. Gerakan ini diharapkan dapat memberikan manfaat ke depan agar lingkungan hijau dan terdapat kesinambungan kualitas air yang selama ini menjadi sumber kehidupan bagi mahluk hidup.

"Kita ingin semua sumber daya alam ini bisa tetap terjaga dengan harapan agar ke depan anak-cucu kita dapat menikmati manfaat kehidupan dari sumber daya alam ini," ujarnya.

"Penanaman ini dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Kalsel di kawasan rehabilitasi lahan kritis yang merupakan wilayah resapan air," tuturnya. /D/C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026