Sekitar 400 warga Pulau Laut Tengah, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, yang mengungsi karena takut kemungkinan tsunami setelah gelombang pasang cukup besar dan angin kencang di daerah itu, saat ini telah kembali ke rumah masing-masing.
Camat Pulau Laut Tengah Joko Mutiyono di Kotabaru, Selasa, mengatakan, mereka sudah kembali ke rumah masing-masing. Akan tetapi, katanya, menjelang Selasa sore mereka kembali mengungsi karena terjadi pasang air laut cukup tinggi yang berbeda dari biasanya. "Dan kini mereka sudah kembali ke rumah masing-masing lagi," katanya.
Sebagian besar pengungsi terdiri atas kaum perempuan dan anak-anak. Kaum laki-laki menjaga harta bendanya di sekitar rumah masing-masing. Joko mengemukakan, untuk menampung para pengungsi, petugas membangun dua tenda darurat dan memanfaatkan gedung SDN Semisir dan Kantor Camat Pulau Laut Tengah.
"Gedung SDN Semisir dapat menampung sekitar 300 pengungsi, sementara di dua tenda 100 orang pengungsi," ujarnya.
Pengungsi di Kantor Camat Pulau Laut Tengah masih bertahan dan belum berani kembali ke rumah masing-masing karena takut terhadap kemungkinan gelombang besar susulan. Pada kesempatan terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru Tri Basuki Rachmad mengatakan, pihaknya telah mengerahkan personel gabungan berasal dari BPBD, Dinas Kesehatan, dan dari instansi terkait lainnya ke lokasi kejadian.
Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru Febri Sitefu menjelaskan, Bupati Irhami Ridjani meminta BPBD dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) secara bersama-sama membantu dan berpartisifasi dalam melakukan pertolongan kepada para korban. Irhami juga telah menyerahkan bantuan antara lain berupa makanan dan uang tunai kepada para korban./C/D
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.